SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Dedi Prasetyo Utomo, terdakwa kasus pencabulan akhirnya bisa bernafas lega. Karena pria berusia 21 tahun ini dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 5 tahun penjara, Selasa (7/9/2021).

Amar tuntutan tersebut dibacakan secara beruntun oleh JPU Anggraini dari Kejari Surabaya saat sidang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

“Memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana terdakwa Dedi Prasetyo dengan pidana penjara selama 5 tahun dan pidana denda sebesar Rp 5 juta subsidair 3 bulan kurungan,” kata JPU Angraini saat membacakan amar tuntutan, (7/9).

Dicantumkan dalam tuntutan, JPU Anggraini menjerat perbuatan terdakwa Dedi dengan pasal tentang perlindungan anak.

“Terdakwa terbukti melanggar sebagaimama diatur dan diancam pidana dalam pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Jo Pasal 76 D UU RI Nomor 135 tahun 2014 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan ke-dua atas undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang,” kata Anggraini.

Adapun hal yang memberatkan dalam pertimbangan JPU dalam penuntutan. Perbuatan terdakwa mengakibatkan korban mengalami trauma.

”Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan selama persidangan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” beber JPU.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya, berencana akan mengajukan nota pembelaan (Pledoi) pada sidang berikutnya. “Kami mengajukan pledoi yang mulia,” ujar penasehat hukum terdakwa saat diminta tanggapannya oleh ketua majelis hakim Suparno.

Untuk diketahui, sebelum melakukan perbuatan bejat itu, Dedi berkenalan dengan korban melalui Facebook. Setelah intens berbalas pesan akhirnya mereka berdua bertukar nomor telepon.

Selama setahun mereka berhubungan, Dedi mulai melakukan bujuk rayu dan berhasil mengambil hati korban. Mei 2021, terdakwa meminta korban datang ke Surabaya dijanjikan pekerjaan dan diberi motor. Kemudian dia (korban, red) dijemput terdakwa di Terminal Bungurasih.

Terdakwa akhirnya mengajak korban ke hotel untuk tinggal. Ternyata tinggal berdua sambil dibujuk rayu, dijanjikan pekerjaan. Korban akhirnya mau tinggal bersama dengan pelaku selama 17 hari tanpa kejelasan mengenai pekerjaan yang dijanjikan.

Orang tua korban kemudian melaporkan terkait kehilangan putrinya. Akhirnya korban dan tersangka dibawa ke kantor polisi guna menjalani pemeriksaan. Ady

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here