LPA Jombang: Bagaimana Kelanjutan Kasus Pemerkosaan Gadis Dibawah Umur asal Wonosalam

Caption foto : keluarga Korban saat bertemu dengan LPA Jombang.

KANAL INDONESIA.COM JOMBANG : Lambannya penanganan kasus perkosaan yang menimpa anak dibawah umur sebut saja bunga (12) asal Wonosalam, yang perkaranya ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang, disoroti oleh Lembaga Pelindungan Anak (LPA) Jombang, hal ini dikarenakan kasus yang sudah berjalan 1 tahun, namun masih belum ada kejelasannya, hingga kini statusnya dalam proses penyidikan.

Menurut Abdurrahman selaku aktivis LPA Jombang memaparkan bahwa, kinerja polisi di unit PPA terkesan lambat, hal ini dikarenakan kasus ini sudah 1 tahun semenjak orang tua korban lapor ke pihak kepolisian.

“Kasus ini sudah hampir setahun, tercatat pelaporan pertama kali oleh orang tua korban pada tanggal 17 Maret 2016 dan sekarang sudah tanggal 10 Februari 2017. Sebagai pihak yang diberi kuasa penuh oleh korban, kami belum menerima surat pemberitahuan hasil penyelidikan dari Polres Jombang sampai hari ini (10/02/17), ” ujar aktivis anti kekerasan anak ini.

Bahkan pihak LPA yang diwakili Abdurrahman sudah melayangkan surat permohonan hasil penyelidikan kasus ini ke Polres Jombang hari ini, surat juga dikirim kan ke Polda Jawa timur sebagai penguat.

“Kami takut bila kasus ini tidak segera ditangani maka akan ada anggapan dari orang yang berniat jahat pada anak untuk meremehkan hukum dan melakukan aksi yabg serupa dengan berani”, tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh kordinator advokasi LPA yakni, Beni Hendro Yulianto, SH, mengenai lambatnya penanganan penyidikan kasus perkosaan anak dibawah umur di Wonosalam. Sehingga pihaknya mengirimkan Surat Permohonan SP2HP tersebut.

” karena kami merasa sangat perlu mengetahui proges kasus ini makanya kami melayangkan surat permohonan SP2HP No.39/LPA.JBG/II/2017, yang pada hari ini telah kami sampaikan kepada Kapolres Jombang dan Kanit PPA Polres Jombang, sebagai upaya peringatan sekaligus koreksi kepada aparat penegak hukum dalam hal ini penyidik dari Unit Pelayanan Perempuan Dan Anak Polres Jombang  yang memeriksa perkara ini supaya lebih serius dan  profesional dalam menangani kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak khususnya kejahatan seksual karena kejahatan seksual terhadap anak telah masuk kategori kejahatan luar biasa,” ungkapnya.

Masih menurut Beni,” karena ditangan penegak hukum mulai dari kepolisian , kejaksaan dan lembaga pengadilan tindakan kepada pelaku kejahatan akan dijatuhkan, jika terbukti bersalah, dan pelaku kejahatan ini harus ditindak tegas dihukum sesuai dengan aturan yang sudah disepakati untuk memberikan efek jera kepada pelaku .Seperti yang publik ketahui bahwa pada tahun 2015 Kabupaten Jombang pernah mendapatkan predikat Kota Layak Anak, harusnya momentum ini dijadikan keseriusan komitmen penegak hukum dalam fungsinya, untuk mengawal pemenuhan hak- hak hukum anak di Kabupaten Jombang,” pungkasnya.(10/02/2017).

Sementara itu Lilik Yulianto, SH, selaku pengamat hukum di Jombang, masih berharap akan ditegakkannya hukum di Jombang, hal ini perlu dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat, khususnya tentang tindak pidana kekerasan seksual pada anak dibawah umur.

“Penyidik Unit PPA Polres Jombang secara profesional harus tetap melanjutkan proses penyidikan kasus kekerasan terhadap anak ini, yang sudah 1 tahun mengendap di proses penyidikan supaya tidak terkesan mengesampingkan rasa keadilan masyarakat, dan mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Jombang,” pungkasnya.(elo)