PT. JBA Indonesia Dilaporkan ke Polisi

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : PT. JBA Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa lelang, khususnya untuk produk otomotif seperti mobil dan motor. PT. JBA Indonesia salah satu perusahaan asing di bidang lelang yang berskala besar berkantor pusat di Jepang, mulai berdiri di Indonesia pada tanggal 16 November 2011. Terpercaya, aman, praktis dan nyaman merupakan motto PT.JBA Indonesia dalam memberikan pelayanan secara professional dan menciptakan kepuasan mitra kerja dan pelanggan, yang beralamat di Jalan Topaz BT no 77 Meruya Utara, Jakarta Barat – (Area Parkir lottemart Meruya).

Edi Purwanto adalah salah satu peserta yang ikut dalam penyelenggaraan lelang mobil sejumlah 30 unit dan dinyatakan menang dalam tender pada Desember lalu. Namun Ia tak bisa mengambil hasil lelang yang sudah ia menangkan dan telah melaporkanya ke pihak berwajib.

Justru unit tersebut jatuh ke tangan RB, seorang yang kini telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO), padahal dalam rekening yang sudah masuk ke dalam PT. JBA Indonesia atas nama Edi Purwanto mencapai Rp 4 miliar lebih.

Edi Purwanto yang menjadi korban atas dugaan kesalahan prosedur yang dipakai oleh PT JBA Indonesia, kini telah melaporkan kedua belah pihak yakni, PT JBA Indonesia dan RB.

“Saya mengikuti lelang sejak bulan Desember 2016, dan saya memang menyuruh partner saya untuk ikut pelaksanaannya. Ternyata saya menang untuk 30 unit mobil, dan pembayaran saya transfer ke PT JBA Indonesia dari rekening Bank atas nama saya. Tetapi pihak JBA tidak pernah menginformasikan kepada saya untuk pengambilan unit tersebut,” kata Edi Purwanto, Kamis (09/02/2017) silam.

Lebih lanjut dikatakan Edi,”dan ketika saya merasa ada yang aneh, saya datang ke PT JBA Indonesia, di Meruya Jakarta Barat, untuk mengambil unit yang sudah saya menangkan, berniat untuk mengambil mobil tersebut, ternyata sudah diambil oleh partner saya, RB,”terang Edi Purwanto.

Sambung Edi, “saya kaget sekali, padahal kan bukti kertas transferan masih saya pegang, sedangkan RB hanya saya berikan gambar bukti transferan melalui handphone saja,” ucapnya.

Lebih lanjut dikataknya,”saya disini merasa dipermainkan, seharusnya pihak PT. JBA Indonesia lebih waspada dalam menyerahkan unit, dikarenakan transferan yang masuk atas nama yang berbeda,”terang Edi Purwanto.

Ketika dikonfirmasi oleh media, PT JBA yang diwakili oleh Suharno selaku Senior Manager di JBA mengatakan, “saya menyerahkan unit ke Rurino sebagai customer kami, saat kami tanyakan ke Rurino tentang pengirim pelunasan pemenang lelang yang atas nama Edi Purwanto. Rurino mengatakan bahwa saya (Rurino) dengan pak Edi sudah ada deal-dealan,” ucap Suharno kepada kanalindonesia.com, Senin (13/02/2017).

Dalam kasus ini PT. JBA Indonesia seharusnya bisa mendatangkan Edi Purwanto selaku pengirim dana ke JBA, akan tetapi hal itu tidak dilakukannya.

PT JBA pun tidak memiliki rasa curiga atas transaksi atas nama Edi Purwanto, karena customer JBA ialah Rurino. Edi Purwanto yang merasa dirugikan akan terus menempuh jalur hukum sampai putusan pengadilan dan berkas laporan Edi masih ditangani oleh pihak Polda Metro Jaya. (ery ns)