Diduga tak Transparan dalam Pengelolaan, BRT Kota Semarang Mendapat Kritisan

TRANS SEMARANG

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG : Transportasi menjadi hal utama yang sedang di perbaiki Kota semarang. Pada ahkir tahun lalu Pemerintah kota Semarang mendapat bantuan Bus baru dari pemerintah pusat sebanyak 25 Bus besar yang sekarang 20 Bus besar telah dioperasikan di Koridor 1 (jurusan Mangkang Penggaron) sedang 5 bus masih dalam persiapan operasional.

Namun dalam pengelolaan bus baru tersebut diduga BLU (Badan Layanan Umum) yang Saat ini mengelola BRT (Bus Rapid transit) tidak transparan.

“kota semarang dalam persoalan transportasi sebenarnya sudah tidak begitu pusing, dengan dibukanya beberapa koridor untuk.angkutan BRT, yang jadi trouble adalah bagaimana mengelola BRT yang benar,” ujar Rifai Ketua LSKP (Lembaga Sstudy Kebijakan Publik) yang ditemui siang tadi, Senin (13/2/17).

Seperti diketahui saat ini untuk pengelolaan koridor 3 dan 4 sedang dalam pemeriksaan oleh polrestabes Semarang, karena dugaan tindakan Korupsi.

Rifai mencium adanya dugaan pelanggaran dalam pengeloalaan BRT koridor 1 yang telah habis masa kontraknya, namun kini pengelolaan tersebut masih berada dalam tangan PT Mahesa Jaya Perkasa dengan penunjukan langsung. Dalam periode sebelumnya (November-Desember) Pengelolaan tersebut dilelangkan dan dimenangkan oleh PT Mahesa Jaya Perkasa dengan nilai kontrak Rp. 1,6 Miliar.

“yang jadi pertanyaan apakah diakhir masa pegoperatoran sudah ada LPJ dari PT Mahesa Jaya Perkasa ke BLU kota semarang? dan pada periode januari-februari sebagai masa transisi pengelola unit.operasi(operator) koridor 1 yang menggunakan bantuan armada dari kemenhub sebanyak 25 bus besar? kalo itu dipihak ketigakan pake dasar hukum apa BLU? apa boleh dengan penunjukan langsung? karena kami mendengar informasi yang mengelola operasi (operator) di koridor 1 adalah operator yang lama (Red: PT Mahesa Jaya Perkasa)”Jelasnya. (Sigit)