PT.Sun Star Motor (SUN MOTOR) Semarang Kembali Telan Pil Pahit Setelah Kalah di MA

Kepala PT Nonbar dan Perwakilan PT ISM Regional DIY-Jateng. Tubagus Aria

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG : PT.Sun Star Motor (SUN MOTOR) Semarang kembali harus Telan pil pahit berkali – kali dalam menghadapi Gugatan perkara pelanggaran Hak Cipta yang dilayangkan oleh PT.ISM/PT. Nonbar terkait penggunaan Content Tayangan Siaran Piala Dunia 2014 tanpa seizinPT.ISM/PT.Nonbar.

Setelah kalah dalam putusan Pengadilan Niaga Semarang dan kalah dalam gugatan Kasasi di Mahkamah Agung (MA), kiniPT.Sun Star Motor (Sun Motor) Semarang kembali menelan pil pahit atas keluarnya Putusan Mahkamah Agung No.115PK/Pdt.Sus/HKI/2016 yang hasilnya menyatakan menolak upaya Peninjauan Kembali atau PK yang diajukan oleh PT.Sun Star Motor (Sun Motor) Semarang ke Mahkamah Agung dalam upayanya melawan gugatan PT.ISM/PT.Nonbar.

Mahkamah Agung menilai bahwa permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan PT.Sun Star Motor (Sun Motor) Semarang yang meminta agar membatalkan putusan kasasi No.517K/Pdt.Sus-HKI/2015 Juncto putusan No.01/Pdt.Sus-HKI/2015/PN Niaga Smg sangatlah tidak beralasan sehingga harus di tolak.

Kepala PT.Nonbar sekaligus perwakilan PT.ISM regional Jateng – DIY, Tubagus Aria mengatakan sangat mengapresiasi putusan Mahkamah Agung yang menolak upaya Peninjauan Kembali yang diajukan PT.SUN STAR MOTOR (Sun Motor) Semarang, hal ini membuktikan jika secara hukum gugatan PT.ISM/PT. Nonbar adalah legal dan Hak yang dimiliki oleh PT.ISM/PT.Nonbar diakui serta dilindungi secara hukum oleh negara.

“Artinya secara hukum telah terbukti bahwa para pihak yang di gugat oleh kami jelas telah melanggar hukum dan bersalah, sejak dari pengadilan Niaga, Kasasi hingga PK di Mahkamah Agung putusannya tetap yaitu mengabulkan gugatan kami,” ujar Aria.

Tubagus Aria juga menambahkan bahwa selain kekalahan telak PT.Sun Star Motor (Sun Motor) Semarang, PT.ISM/PT.Nonbar juga telah memenangkan gugatan perdata untuk perkara yang sama yang dilayangkan kepada Four Season Jimbaran Hotel Bali, Peninsula Beach Resort Benoa Bali, Grand Aston Hotel Benoa Bali, Conrad Hotel Bali, Alila Villa Soori Tabanan Bali, Puri Santrian Hotel Bali &Risata Hotel Kuta Bali di Pengadilan Niaga Surabaya. Kemudian dari sisi gugatan pidana, pihaknya juga telah memenangkan gugatan yang dilayangkan terhadap Jayakarta Hotel Yogyakarta di Pengadilan Negeri Sleman Yogyakarta.

Tubagus Aria mengatakan, pihak PT.ISM/PT.Nonbar sebelumnya telah berusaha memberi ruang mediasi kepada PT.SUN MOTOR dan kepada sejumlah Hotel yang kini telah di gugat karena melanggar Hak Cipta dengan menggunakan konten tayangan siaran Piala dunia 2014 Brazil yang Hak ciptanya di Indonesia di miliki oleh PT.ISM/PT.Nonbar.

“namun karena tidak ada penyelesaian yang diharapkan, maka kami tempuh jalur hukum,” ungkapnya.

Lebih jauh Kuasa Hukum PT.ISM/PT.Nonbar Frederick Billy SH MH menyampaikan bahwa Hotel – hotel di Bali yang di gugat oleh PT.ISM/PT.Nonbar dengan di fasilitasi PHRI Bali telah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) terhadap PT.ISM/PT.Nonbar melalui Pengadilan Negeri Denpasar, namun lucunya gugatan PMH tersebut di buat seolah – olah Calss Action oleh mereka yang akhirnya kandas dengan keluarnya putusan pengadilan yang menolak gugatan mereka.

Frederick Billy juga menyesalkan dengan adanya aroma intervensi yang dilakukan sejumlah oknum DPRD Bali selama ini terhadap proses perjalanan hukum Gugatan PT.ISM/PT.Nonbar terhadap Hotel – hotel di Bali yang di gugat karena melanggar Hak Cipta Content tayangan siaran piala dunia 2014.

“kami banyak memiliki bukti – bukti berupa video pertemuan antara PHRI Bali & DPRD yang mana pembicaraan dalam pertemuan tersebut dapat kita lihat sarat keberpihakan, sarat provokasi & fitnah dengan mengatakan bahwa PT.ISM/PT.Nonbar memeraslah, apalah,” ujar Billy.

Terkait kabar bahwa Polda Bali telah mengeluarkan SP3 terhadap beberapa Laporan PT.ISM/PT.Nonbar kepada sejumlah hotel di Bali, Tubagus Aria tidak menampik kabar tersebut, namun ia mengatakan bahwa itu adalah blunder bagi Polda Bali dalam program good will menegakkan hukum secara profesional khususnya terkait pemberantasan pelanggaran Hak Cipta.

“Seperti halnya di Polda Bali, PT.ISM/PT.Nonbar juga telah melakukan laporan atas perkara yang sama di Polda DIY, di Polda DIY LP ditindak lanjuti hingga peningkatan status tersangka, pelimpahan ke Kejaksaan, Proses sidang hingga keluarnya putusan pengadilan yang menyatakan hotel yang diperkarakan oleh PT.ISM/PT.Nonbar terbukti bersalah dan mendapatkan Vonis Pengadilan, tapi laporan kami di Polda Bali justru di SP3, apakah Polda Bali dan Polda DIY menggunakan buku KUHP yang berbeda?” ujar Aria.

Atas SP3 yang dikeluarkan oleh Polda Bali terhadap Laporan PT.ISM/PT.Nonbar, Tubagus Aria bersama tim kuasa hukumnya mengaku sedang mempersiapkan gugatan praperadilan terhadap Polda Bali yang akan diajukan secepatnya, Selain itu akhir February 2017 ini juga kita akan masukan gugatan perdata ke Pengadilan Niaga semarang terhadap sejumlah hotel di Yogyakarta yang melanggar Hak Cipta dengan menggunakan Content tayangan Siaran Piala Dunia 2014 Brazil tanpa izin PT.ISM/PT.Nonbar.

“Saya harap putusan ini akan menjadi pelajaran berharga bagi para pihak yang telah melanggar hak cipta yang kami miliki, bahwa tidak mungkin kami melakukan tuntutan jika kami tidak memiliki legal standing yang kuat” Ujarnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa PT.ISM selaku FIFA Media Right’s Holder untuk wilayah Indonesia, melakukan gugatan perdata kepada PT.SUN MOTOR Semarang dan sejumlah Hotel di jawa & Bali terkait penggunaan content tayangan Piala Dunia 2014 di area komersilnya tanpa seizing PT.ISM selaku pemegang hak Cipta dari FIFA. (Sigit)