Diduga Peras Kades, Dua Oknum LSM Diamankan Polisi

AKBP Agung Marlianto, selaku Kapolres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Dua oknum yang mengaku anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komisi Pengawas Korupsi (KPK) AS dan SS diamankan polisi lantaran tertangkap tangan diduga telah melakukan pemerasan terhadap H Sucipto, Kepala Desa (Kades) Kedungturi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.

Keduanya ditangkap tangan oleh polisi saat menerima uang hasil pemerasan dari Kades Kedungturi sebesar Rp 1.000.000,-.

Sucipto, Kades Kedungturi menuturkan bahwa dirinya waktu itu didatangi dua orang petugas yang mengaku dari KPK.

Waktu itu pada jam kerja saya didatangi 2 orang tamu yang menggunakan atribut KPK, selanjutnya saya tanya terkait tujuannya ke kantor desa, pihaknya mengatakan bahwa saya melakukan korupsi, pungutan pada warga terkait Program Nasional Agraria (Prona). Saya sempat kaget setelah membaca surat yang ditujukan pada saya itu, karena waktu itu perkaranya sudah selesai dan tidak ada pihak yang dirugikan,” tegasnya, Selasa (14/02/2017).

Masih menurut Kades Sucipto,” setelah saya pelajari lagi suratnya, banyak sekali kejanggalan terkait materi yang dituduhkan pada saya, salah satunya adalah alamat kantornya tidak jelas, belum lagi nominal kerugiannya hanya Rp 2.750,000,-. Yang paling mengagetkan lagi yakni kedua orang tersebut bukanlah petugas KPK yang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ternyata keduanya anggota LSM Komisi Pengawasan Korupsi (KPK), karena keduanya sudah ada indikasi meminta sejumlah uang agar perkara yang disangkakan pada saya tidak sampai ke ranah hukum, selanjutnya kedua tersangka mengajak ketemu di salah satu rumah makan di Jombang, saat itulah saya memberikan sejumlah uang dan tiba-tiba petugas kepolisian melakukan tangkap tangan pada kedua oknum LSM KPK tersebut,” pungkasnya.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto membenarkan terkait adanya penangkapan terhadap kedua oknum LSM KPK yang melakukan pemerasan terhadap Kades Kedungturi tersebut.

“Berawal dari laporan korban kami selanjutnya menurunkan petugas dilapangan untuk melakukan observasi tentang adanya oknum organisasi LSM yang melakukan pemerasan terhadap salah satu Kades, selanjutnya seluruh anggota kami melakukan kordinasi untuk melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka. Dan alhasil pada hari kamis (09/02/2017) disebuah rumah makan pelaku berhasil kita amankan beserta barang bukti yakni uang hasil pemerasan 1 juta rupiah,” ungkap Kapolres pada kanalindonesia.com, Selasa (14/02/2017).

Saat disinggung sudah sejauh mana proses penanganan oleh pihak kepolisian, Kapolres mengatakan,”dari hasil penyidikan dan penyelidikan yang kita lakukan ada pihak yang mengaku bahwa keduanya memang anggota dari organisasi LSM KPK, namun saat kami menjelaskan, bahwa kedua tersangka ini sudah cukup unsur perbuatan melawan hukumnya dan alat bukti besera korban pelapor sudah terpenuhi, pihaknya mematahkan argumennya sendiri bahwa kedua oknum tersebut pernah menjadi anggota organisasi LSM KPK,” tegas Kapolres.

Lebih lanjut dikatakan Kapolres,”kita akan dalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan ada jaringan yang menggunakan organisasi serupa atau berbeda, serta kita menghimbau pada para korban dari pelaku yang sama untuk segera melapor, kita berjanji akan mengusut tuntas kasus ini,” pungkasnya.(elo)