Dua Lainya Tak Disidang, Ketum Apkomindo Protes

KANALINDONESIA.COM, BANTUL : Terkait kasus kriminalisasi terhadap Ketum Apkomindo yang hari ini disidangkan dengan agenda pembacaan putusan sela dalam perkara nomer: 3/Pid.Sus/2017/PN.Btl Soegiharto Santoso tetap memprotes karena yang disidangkan baru dirinya.

“Padahal 2 pihak lagi selain saya yang harus ditersangkakan, satu sudah tersangka dan yg satu tidak diproses (event organiser yg melakukan pameran mega bazar dan tanpa ijin dan prosedur yang benar). Terus bagaimana bisa terjadi dengan persidangan yang terang jika ke dua pihak tidak dihadirkan. Disini para pihaknya sangat kurang,” ungkap Hoky kepada media.

Dan memang sejak awal sudah ada orang yang memberikan informasi atau statement untuk menyediakan dana agar Pak Hoky masuk penjara.

“Ada rekaman dan email dalam milis grup yang bisa jadi alat buktinya,”kata hoky.

Berharap kasus agar kasus ini di SP3 karena kasus ini error in persona, salah dalam menetapkan tersangkanya dan tidak ada unsur perkara pidananya yang subtansial.”kata Ir. soegiharto santoso atau yang biasa dipanggil Hoky kepada kanalindonesia.com, di PN Bantul Kamis(16/02/2017 ).

Sementara menurut Riswanto SH, mengungkap, ada upaya untuk kriminalisasi ketua Apkomindo di dasarkan atas ketidaksukaan dengan ketua umum yang sekarang.

“Kasus ini memang sengaja diarahkan ke ketua umum, sehingga pihak-pihak lain terkait dengan kasus ini terlewatkan,” ujarnya.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum yang sekaligus Kasipidum Kejari Bantul, Khalid Sardi Hatapayo SH menjelaskan, atas putusan sela tersebut, dalam sidang selanjutnya yang akan digelar tanggal 2 Maret 2017 tersebut, pihaknya akan menghadirkan para saksi.

“Saksi yang akan dihadirkan berjumlah 10 orang, namun akan kita hadirnya secara bertahap,” tandasnya.

Khalid menambahkan, jika para saksi tersebut mangkir dalam persidangan, pihaknya akan memanggil selama 3 kali. Namun jika dalam pemanggilan ke 3 saksi tidak hadir, maka akan dilakukan pemanggilan secara paksa.(Yanuar)