Belasan Truk di Jombang, Terjaring Razia Gabungan

petugas gabungan sedang melakukan razia kendaraan truk

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Razia yang dilakukan aparat gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalulintas (satlantas) Polres Jombang terhadap, kendaraan truk besar yang melintas di Jalan KH. Romli Tamim, Sumbermulyo, Jogoroto, Kabupaten Jombang, untuk menindak kendaraan yang melintas tidak sesuai dengan kelas jalan yang berlaku dijalan tersebut.

Petugas gabungan berhasil menindak sebanyak 12 kendaraan truk tronton dan truk yang bermuatan melebihi tonase dengan rincian, lima kendaraan truk melanggar  kelas jalan, serta tujuh kendaraan tidak bisa menunjukan buku kir, mati, dan rusak.

Eko Sulistyo selaku Kepala bidang lalulintas angkutan jalan Dishub Kabupaten Jombang,mengatakan bahwa, razia ini dilakukan juga sebagai bentuk sosialisasi kepada sopir agar tidak melintas dijalan yang tidak sesuai dengan kelas jalan kendaraan yang dikemudikannya.

“Seharusnya sopir juga sudah melihat rambu-rambu yang terpasang diujung jalan bahwa jalan ini untuk kelas III atau Tonase dibawah 8 ton, namun masih tetap saja melintas, jadi kita lakukan sosialisasi sekaligus penindakan,”ungkapnya, Jumat (17/02/2017).

Masih menurut Eko, razia juga dilakukan sebagai upaya, bentuk antisipasi agar umur jalan dapat bertahan sesuai dengan standarnya.

“Dengan kendaraan melintas tidak sesuai dengan kelas jalannya otomatis akan mempercepat kerusakan jalan, sehingga langkah ini perlu dilakukan,” tegasnya.

Dan perlu diketahui, pengelompokkan jalan menurut muatan sumbu yang disebut juga kelas jalan, terdiri dari: Jalan Kelas I, yaitu jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan lebih besar dari 10 ton, yang saat ini masih belum digunakan di Indonesia, namun sudah mulai dikembangkan diberbagai negara maju seperti di Prancis telah mencapai muatan sumbu terberat sebesar 13 ton; Jalan Kelas II, yaitu jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 10 ton, jalan kelas ini merupakan jalan yang sesuai untuk angkutan peti kemas.

Sedangkan jalan Kelas III A, yaitu jalan arteri atau kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton;
Jalan Kelas III B, yaitu jalan kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 12.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton.

Terakhir yaitu jalan Kelas III C, yaitu jalan lokal dan jalan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton.(elo)