Mangindaan Minta Demokrat Bebaskan Dukungan untuk Pilgub DKI

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat (PD) EE Mangindaan membebaskan pilihan kepada DPP PD untuk menentukan pilihan cagub-cawagub dalam Pilgub DKI Jakarta, pada April 2017 mendatang. Namun sampai hari ini PD belum memutuskan akan mendukung pasangan mana di Pilgub DKI Jakarta, di putaran kedua tersebut.

“Mmenurut saya Demokrat sebaiknya bebaskan saja, sesuai kemampuan masing-masing pribadi untuk menilai siapa yang pas untuk menjadi lebih pas untuk memimpin DKI Jakarta nanti,” tegas Wakil Ketua MPR RI itu pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Saat ini, paslon Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno masih menunggu sikap partai-partai pendukung Agus-Sylvi. Tapi kata Mangindaan, kedua pasangan tersebut sama-sama pas untuk memimpin Jakarta. “Dua-duanya pas, semua pas tapi yang bisa menilai lebih pas, ya DPP Demokrat yang bisa memutuskan,” ujarnya.

Menurut Mangindaan, Dewan Pembina PD belum memberikan arahan ke mana seharusnya partai memberi dukungan. Karena itu tidak benar jika ada pihak-pihak yang sudah menyatakan pendukung Agus-Sylvi akan bergabung ke paslon Anies-Sandi.

“Siapa yang bilang? Belum ada. Belum ada, yang penting AHY sudah secara kesatria mengatakan selamat kepada nomor urut 2 dan 3. Sebagai negarawan yang demokratis ini kita harus terus terang,” tambah Mangindaan.
Memang kalau tidak bisa menang mau bilang apa lagi? “Jadi, itu yang paling penting. Soal suara mau ke mana itu saya kira belum ada keputusan dan tidak perlu dirisaukan. Dimana orang akan melihat lebih banyak kepada figur dalam Pilkada langsung sekarang ini daripada partai,” jelasnya.

Namun demikian sebagai senior Partai Demokrat, Mangindaan meminta pendukung Agus-Sylvi untuk lebih bijaksana dalam menyikapi dinamika politik saat ini. Bahwa dukungan kepada Anies-Sandi dari relawan Agus-Sylvi yang telah muncul ke publik itu masih bersifat pribadi.

“Jadi, Demokrat belum memberikan dukungan kepada paslon siapapun. Juga sampai saat ini belum ada komunikasi politik dari partainya dengan kubu kedua paslon yang akan maju di putaran kedua Pilgub DKI itu,” pungkasnya.