KPK Kembali Periksa Pejabat Pemkot Madiun

KANALINDONESIA.COM, MADIUN: Tim Penyidik KPK kembali memanggil dan memeriksa sejumlah pejabat Pemerintahan Kota (Pemkot) Madiun, untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus gratifikasi proyek Pasar Besar Kota Madiun (PBKM). Pemeriksaan dilakukan tertutup di gedung Bhara Makota, Polres Madiun Kota, Jumat (17/02/2017) siang.

Pejabat diperiksa antara lain Kepala Satpol PP,Sunardi Nurcahyono, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Nono Jati Kusumo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Suryo Hadidono, Kepala Bappeda, Totok Sugiarto, Sekretaris  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Untoro dan lainnya.

“Saya ditanya 2 pertanyaan oleh penyidik terkait dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ada sejumlah pejabat didalam, semua dipanggil sebagai saksi. Hanya pertanyaan itu saja sudah cukup, ya,” ujar Nono Jati Kusumo usai diperiksa.

Sementara itu, Sunardi Nurcahyono berusaha menghindar dari kejaran wartawan dengan keluar lewat pintu belakang. Saat ditanya, apakah materi pemeriksaan terkait dengan dugaan TPPU, Sunardi tidak menjawab. “Tanya ke penyidiknya saja, ya,” ujarnya sambil masuk ke dalam mobil bersama Suryo Hadidono.

Sedangkan, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dihubungi mengatakan ada sekitar 30 saksi dipanggil untuk diperiksa. Pemeriksaan tersebut terkait dengan kasus yang menjerat Wali Kota Madiun, Bambang Irianto (BI).

“Diagendakan pemeriksaan terhadap sekitar 30 saksi untuk tersangka BI di Polres Kota Madiun. Mulai hari ini, besuk (Sabtu, 18/2) hingga pekan depan,” katanya. Menyinggung pemeriksaan saksi pada kali ini terkait kasus TPPU, Febri belum bisa mengkonfirmasi.(AS)