Kanang : Saya Akan Mengikuti Aturan Partai

Bupati Ngawi Budi Sulistyono

KANALINDONESIA.COM, NGAWI: Pilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur memang masih tahun 2018 mendatang, namun saat ini nama Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul santer disebut-sebut sebagai salah satu calon, namun tokoh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini hingga saat ini belum memiliki kendaraan partai.

Kabar beredar saat ini Gus Ipul akan mengincar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) karena partai sebelumnya yakni PKB dapat dipastikan mengusung nama Halim Iskandar yang saat ini menjabat Ketua DPRD Jatim sekaligus Ketua DPD PKB Jatim.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono atau biasa dipanggil Kanang yang juga Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPD PDIP Jatim membenarkan selama ini Gus Ipul sering blusukan ke wilayahnya. Hal ini bisa diasumsikan maupun sebagai satu isyarat jika orang kuat nomor dua di Jatim tersebut mulai meliriknya sebagai pasangan maju ke Pilgub Jatim 2018.

“Saya ini kan kader partai semua ada ditangan pusat (DPP PDIP-red) apabila memerintahkan untuk itu dan mendaulat saya ya siap saja. Tetapi mekanismenya juga tidak segampang itu butuh proses panjang,” kata Kanang melalui via selular, Kamis (16/02).

Beber dia, ada beberapa hal yang perlu diingat dalam tubuh PDIP selama ini untuk menyukseskan kadernya apabila maju dalam suatu perebutan kursi kepala daerah. Menurut Kanang, kunci sukes tidak lain adalah semangat gotong royong yang sudah terbangun di tubuh PDIP.

Seperti kesuksesan Dewanti Rumpoko-Punjul Santoso pasangan yang diusung PDIP pada Pilkada Batu Malang yang usai digelar Rabu kemarin, (15/02). Hasil hitung cepat sementara versi Lingkar Survei Indonesia (LSI) pasangan Dewanti-Punjul mengantongi suara 44,1 persen dari 98,46 persen suara masuk. Kanang mempresentasikan keberhasilan istri Eddy Rumpoko Wali Kota Batu tidak lepas semangat gotong royong para kader PDIP dari berbagai daerah.

“Suksesnya dia atas semangat gotong royong yang terbangun seperti para kader-kader PDIP dari Ngawi ikut andil atas keberhasilan Dewanti-Punjul. Mereka membangun kepercayaan sampai tingkatan PAC disana. Maka semangat itulah yang menjadi parameter PDIP dan itu bisa berlaku di Jatim ,” urainya.

Terpisah, Ketua DPRD Ngawi sekaligus Ketua DPC PDIP Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menjelaskan, hingga kini internal partainya mulai cabang, daerah sampai pusat belum mengkomunikasikan pencalonan Kanang apabila dipinang Gus Ipul maju ke Pilgub Jatim nantinya. Sebut Antok panggilan akrab Ketua DPRD Ngawi ini, pembahasan internal PDIP mengenai bursa calon yang maju ke Pilgub Jatim kemungkinan baru dilakukan usai Pilkada 2017 ini.

“Sampai saat ini belum ada pembahasan mengenai bursa calon yang bakal diusung PDIP kemungkinan pembahasan itu baru dimulai pasca Pilkada 2017. Untuk Pak Kanang senior saya di partai ini memang sangat welcome untuk maju Pilgub Jatim,” terang Antok.

Diakuinya, kader PDIP di wilayah Jatim memang banyak yang berpotensi masuk bursa Pilgub Jatim seperti Tri Rismaharini Walikota Surabaya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Hanya saja diantara kan-kan tersebut menurutnya, memang Kanang yang paling cocok untuk dipasang melihat dari jejak rekamnya.

Mengapa demikian kata Antok, di Jatim secara psikologi masyarakatnya ada tiga bagian sesuai wilayahnya dari timur sampai barat. Yakni wilayah tapal kuda, suroboyoan dan mataraman. Dengan demikian figur yang dipasang nantinya harus mampu mengakomodasi kepentingan pada tiga wilayah di Jatim itu.

“Diantara kan-kan itu menurut kami ya Pak Kanang yang pas dan cocok jika diberi kepercayaan untuk maju. Tetapi polese-polese itu ada ditangan pusat pihak cabang termasuk daerah hanya mengusulkan saja,” pungkas Antok. (pr)