Jaksa Tuntut 1 Tahun, Terdakwa Sidik Sarjono Ajukan Pledoi

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulfikar dari Kejari Tanjung Perak menjatuhkan tuntutan terhadap Sidik Sarjono, terdakwa kasus penipuan penjualan tanah kavling di Perumahan Syariah Multazam Islamic Residence selama 1 tahun penjara.

Surat tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa kedua, yakni Parlindungan Manulang dalam persidangan yang digelar di ruang sidang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (14/5/2020).

“Menjatuhkan terdakwa Sidik Sarjono dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun, dikurangi dengan penahanan yang telah dijalani (Sidik Sarjono),” kata JPU Parlindungan saat membacakan amar tuntutan di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Sutarno.

Usai mendengar tuntutan dari Jaksa, terdakwa Sidik Sarjono melalui penasehat hukum akan mengajukan nota pembelaan (pledoi). “Kami minta waktu hari Senin (membacakan nota pembelaan) yang mulia,” kata I Putu Bagus Uta Dharma Susila dalam persidangan.

Baca:  Siswa SMPN 1 Sambeng Lamongan, Hasilkan Kerajinan Miniatur Keren Berbahan Limbah

Usai persidangan, Putu enggan memberikan pertimbangan apa saja yang akan dituangkan dalam nota pembelaannya.

“Nanti akan disampaikan saat pembelaan saja,” ujarnya.

Kendati demikian, Putu berharap agar saat putusan nanti, kliennya dibebaskan dari dakwaan dan tuntutan jaksa dengan dalih perkaranya bukanlah ranah pidana.

“Karena ini perdata dan tidak ada kerugian yang dialami korban. Uang sudah dikembalikan ke korban,” tandasnya.

Diketahui, Dalam menjalankan modus penipuannya, terdakwa Sidik Sarjono telah mencatut nama Ustad Yusuf Mansur yang dipakai terdakwa Sidik Sarjono untuk meyakinkan korban.

Pada korban, terdakwa menjelaskan bila perumahan tersebut bekerja sama dengan ustadz Yusuf Mansur yang mana akan membangun tempat pendidikan Al-Quran serta fasilitas terkait pendidikan secara Islami baik pendidikan formal dan non formal.

Baca:  Aksi Hari Pendidikan Nasional

Tertarik dengan gombalan terdakwa, korban pun akhirnya membeli 2 buah kavling seharga Rp 354 juta. Kavling tersebut berada di blok C-20 dan C-21 Perumahan Multazam Islamic Residance, desa Kalanganyar, kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Dikarenakan tidak ada progres yang jelas, saksi Juhdi Syahirul Alim melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya.

Selain kasus ini, lima kasus serupa dengan pelapor yang berbeda sudah menanti Sidik Sarjono. Penyidik Polrestabes Surabaya pun sudah mengirimkan SPDP lima perkara itu ke Kejari Tanjung Perak. Ady