Bupati Trenggalek Tegaskan Gotong Royong Kunci Perangi Covid-19

: Bupati H Moch Nur Arifin saat berikan arahan pembagia BLT DD di Ds Dawuhan Kec Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin mengingatkan pentingnya menumbuhkan dan mengembalikan tradisi gotong royong di lingkungan masyarakat saat menghadapi pandemi covid-19 ini.

Sektor melemahnya ekonomi menurut orang nomor satu di Trenggalek ini akan mudah terjawab dengan kemandirian dalam segala hal termasuk dukungan sesama warga hingga beban tersebut sedikit lebih ringan.

“Harusnya ajaran pemimpin terdahulu kita agar berdikari dalam bidang ekonomi dengan menghidupkan kembali sektor pangan semisal memanfaatkan lahan kosong juga mampu mengatasi dampak kekinian,”tutur H Moch Nur Arifin saat meninjau penyaluran BLT Dana Desa di Desa Dawuhan Kecamatan Trenggalek, Kamis.

Dari sisi lain, Bupati muda ini juga menuturkan seluruh pihak mulai di tingkat pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga ke tingkat desa tengah bergerak bekerja keras agar masyarakat terdampak bisa segera terbantu secara menyeluruh.

Baca:  Iuran BPJS Kesehatan Peserta Mandiri Kembali ke Tarif Normal

“Jadi tidak ada namanya kepala desa ataupun perangkat yang tidak bekerja untuk hari ini,” tegas Bupati Arifin.

Arifin menyebut gotong royong menjadi kunci agar dampak akibat wabah ini bisa ditanggulangi semaksimal mungkin. Dan masyarakat tidak perlu lagi khawatir apalagi menyalahkan satu sama lain terkait mekanisme penyaluran bantuan sosial ini..

“Ingat covid ini perang, perang kita bersama.  Jadi jangan sampai kita malah berperang dengan saudara kita sendiri,” tandasnya.

.Sedang, banyak informasi ada sebagian kepala daerah presiden, gubernur, bupati bahkan kades, Arifin meminta semua pihak menahan diri dan fokus kembali kepada upaya penanganannya .

“Harusnya coronanya yang kita perangi, malah kita saling menyalahkan,”tukasnya.

Baca:  Ditinggal Melayani Pembeli, Dapur Rumah di Trenggalek Ludes Terbakar

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan masyarakat juga bisa ikut membantu Pemerintah dengan bersedekah informasi melalui kanal pengaduan resmi yang sudah disediakan.

“Kalau ada informasi yang tidak benar bisa disedekahkan.  Kasih tahu pak ini lho kok masih ada yang belum menerima, tolong di data kemudian diprogramkan,” terangnya.

Sedekah partisipasi, masih kata Arifin,  bagi siapa saja yang mempunyai tenaga bisa ikut bergotong royong menjadi relawan seperti yang ada di satgas tingkat desa.

“Bagi masyarakat yang lebih secara materi juga bisa ikut membantu menangani dampak ini melalui sedekah rezeki,”pintanya.

Dari informasi yang dihimpun, Desa Dawuhan Kecamatan Trenggalek, merupakan satu dari sekian desa yang penyaluran BLT nya ditijau langsung oleh Bupati Trenggalek.  Di desa Dawuhan sedikitnya ada 116 KK yang menjadi penerima manfaat dimasa pandemi seperti saat ini.

Baca:  Peringati Hari Bhayangkara ke-74, Polres Gresik Gelar Bakti Sosial di Pasar Baru

Terpisah, Kusni Kepala Desa dawuhan Kecamatan Trenggalek mengatakan sebagian besar penerimanya ada beberapa yang sudah sakit menahun, ada yang miskin tapi belum terdata DTKS.  Kemudian juga masyarakat yang belum sempat terdata karena terkendala untuk mendapatkan Nomor Induk Kependudukan,(NIK).

“Jadi karena belum mendapat NIK selama ini belum bisa mengakses program-program kesejahteraan sosial,”pungkas Kusni.

Penulis : Eny Suprapti

.