Korfas BSPS Mubar Diduga Intervensi Penunjukan Toko dalam Proyek Bedah Rumah

Eks Ketua Bem Fisip UHO Laode Agus

MUNA BARAT, KANALINDONESIA.COM: Eks Ketua BEM Fisip Universitas Haluoleo (UHO) Kendari menuding Kordinator Fasilitator (Korfas) Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Wilayah II Mubar Saifulah Hidayat turut mengintervensi Kelompok Penerima Bantuan (KPB) dalam penunjukkan toko sebagai penyalur bahan bangunan.

Menurut Laode Agus, Pihak Korfas tidak punya hak dalam mengintervensi penentuan toko selaku penyedia bahan bangunan, melainkan yang berhak penuh adalah adalah KPB (Kelompok Penerima Bantuan) desa itu sendiri.

Tak hanya itu, ia juga mencurigai ada konspirasi jahat yang dilakukan oleh korfas, sebab KPB di wilayah lawa raya toko yang ditunjuk sebagai penyedia bahan banguna di wilayah kambara kecamatan tikep yang jaraknya kurang lebih 20 kilometer dari lokasi kegiatan.

Baca:  Akibat Pupuk Subsidi Dikurangi, Kementan Cari Solusi

Mestinya, Korfas dalam perjalanan tugas mereka hanya mengorganisir program agar berjalan dengan baik dikelompok penerima program bukan sebagai pihak yang mencapuri dalam urusan teknis pekerjaanya, jika mereka memaksakan kehendak dalam mengintervensi program BSPS maka mereka pasti berhadapan dengan masyarakat penerima program,” tegas Agus.

Ia menuturkan, BSPS adalah program swadaya dan pemberdayaan masyarakat, dan yang harus diberdayakan adalah badan usaha yang ada wilayah tersebut, bukan menunjuk sesuka hati dari korfas.

“Aneh juga ini korfas, jauhnya jaraknya antara wilayah lawa raya dengan tiworo raya, jangan rugikan kelompok penerima bantuan lah demi hasrat kalian untuk mencari untung,” terang Agus kepada awak media ini, minggu (17/05/2020).

Baca:  Giat Rutin Jajaran Pengurus Desa Putat Kumpul Turi Dalam Menjalin Silaturahmi

“Hati-hati memang yah, bermain pada wilayah itu, mutlak hak rakyat itu, ada-ada saja ini korfas,”tambahnya.

Menurutnya dari selisih harga antara Toko UD Motor Tani dengan toko yang dilawa raya sangat jauh selisih harganya, belum lagi jarak toko yang di ajukan oleh korfas itu berjarak 20 kilometer dari lokasi kegiatan, sementara toko diwilayah lawa raya itu siap jika ditunjuk sebagai penyedia bahan bangunan dalam program BSPS ini.

Apalagi ada indikasi mereka mencoba mencari keuntungan pribadi dalam kgiatan tersebut, apabila hal ini tidak diperhatikan ia bersama masyarakat penerima program akan melaporkan persoalan ini ditingkat propinsi, karena kemungkinan besar konspirasi jahat mereka adalah ide sendiri. Olehnya itu persoalan ini harus diketahui oleh Kordinator BSPS Propinsi Sultra

Baca:  Dinkes Mubar Siapkan Nomor Layanan Aduan, Warga Mubar Bisa Lapor Jika Pelayanan Puskesmas Tidak Maksimal

Ia juga meminta kepada korfas Saifulah Hidayat dan tenaga fasilitator lapangan Dedi Irwan untuk tidak melakukan upaya-upaya kotor,”tutupnya.(Akhir Sanjaya)