Aliansi BEM se-Jakarta Siap Kawal Pilkada DKI

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Jakarta menyatakan siap mengawal pilkada Jakarta putaran dua agar berlangsung kondusif, demokratis, dan berkualitas.

Sebab, diyakini bila pertarungan putaran kedua Pilkada Jakarta, antara pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, akan berlangsung panas dan bakal banyak isu-isu yang dapat memicu konflik horizontal.

“Melalui pilkada, kami menghendaki terpilihnya kepala daerah yang kompeten, legitimit, dan amanah,” kata Presiden Dewan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta, Ryan Hidayat dalam konprensi pers “Mengawal Kondusifitas Pilkada”, dikawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

“Untuk mewujudkan harapan itu, maka harus melalui mekanisme dan proses pilkada yang berlangsung kondusif, edukatif, demokratis, dan berkualitas. Sehingga masyarakat dapat menentukan pilihannya secara bebas dan cerdas,” lanjutnya.

Dia mengatakan, secara konstitusional, pilkada merupakan perwujudan kedaulatan rakyat, dimana masyarakat memilih kepala daerah secara demokratis, langsung, umum, bebas, dan rahasia, untuk menyelenggarakan atau melanjutkan pemerintahan, pembangunan dan melayani masyarakat.

“Oleh karena itu, kita sebagai rakyat pemilik kedaulatan, hak pilih kita tidak boleh dilanggar, dirampas atau diintimidasi oleh siapapun dalam menentukan pilihan sesuai hati nurani masing-masing,” kata dia.

“Jika pilkada diselenggarakan dengan muatan pelanggaran, maka yang paling dirugikan adalah rakyat Indonesia termasuk kami kalangan mahasiswa.”

BEM se-Jakarta juga menyoroti kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Dimana saat ini informasi hoax di media sosial semakin massif dilancarkan pihak-pihak yang ingin memecah persatuan. Terbukti, massifnya berita palsu telah meningkatkan suhu politik dan merusak harmoni sosial.

“Maka dari itu, kami meminta kepada seluruh instrument Aliansi BEM se-Jakarta khususnya BEM perguruan tinggi Islam tidak terprovokasi untuk mengikuti aksi-aksi massa yang berpotensi melanggar konstitusi yang sah secara inskonstitusional,” kata dia.

“Kami juga mengecam segala bentuk kegiatan yang berpotensi konflik sosial. memecah belah kemajemukan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).”

Terakhir, BEM se-Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat secara aktif turut mengawasi, mengawal dan mengkritisi prosesi pilkada, jangan sampai dibajak oleh kepentingan yang melawan asas demokrasi dan nilai-nilai Pancasila.

Diketahui, anggota BEM se-Jakarta terdiri dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Univesitas Islam Assafiyah, Universitas Islam Attahiriyah, Sekolah Tinggi Ekonomi dan perbankan Islam, Universitas Muhamadiayah, Sekolah Tinggi Islam Publistik Thawalib, Universitas Islam Azzahra, dan Universitas Ibnu Chaldum.(gardo)