SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Namanya terseret dalam pengembangan kasus narkoba, Handayani bin Phao Thien Tjiu kini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/3/2021).

Namun wanita terdakwa yang akrab disapa Handayani ini didakwa atas dugaan adanya perbuatan money laundry atau pencucian uang dari penjualan bandar narkoba yang ditangkap BNN Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari Kejari Surabaya menjerat terdakwa Handayani dengan Pasal 137 huruf a dan b UU TPPU atau primer kedua Pasal 3 TPPU subsider Pasal 4, lebih subsider Pasal 5.

Dalam sidang yang digelar secara virtual, terdakwa didampingi oleh penasehat hukumnya. Usai jaksa Darwis membacakan surat dakwaan, Suparno selaku ketua majelis hakim memberi kesempatan kepada terdakwa untuk menanggapi yakni dengan mengajukan eksepsi atau keberatan.

Terdakwa Handayani merupakan seorang Direktur PT. Multindo Putra Perkasa, perusahaan yang bergerak di bidang Valuta Asing di kawasan Jalan Manyar Kertoarjo II Surabaya. Handayani turut diciduk petugas berdasarkan barang bukti berupa percakapan WhatsApp antara terdakwa dengan para bandar narkoba.

“Dari barang bukti percakapannya berbunyi, bahwa terdakwa kerap beberapa kali menerima dana yang ditransfer dari bandar narkoba,” ujar jaksa Darwis saat membacakan dakwaan, (23/3/2021).

Bukti lainnya, terdakwa memiliki beberapa nomor rekening atas nama terdakwa juga atas nama orang lain yang dalam penguasaan terdakwa.

Sebagaimana dalam dakwaan JPU, diduga perbuatan terdakwa memenuhi unsur tindak pencucian uang hasil kejahatan narkoba.

Berapa lama dan seberapa besar keuntungan terdakwa sebagai jasa Money Laundry (pencucian uang) ?, tentunya, semua dugaan yang didakwakan akan diurai dan digali oleh, JPU dipersidangan berikutnya guna membuktikan sangkaannya. Ady

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here