Sungai Meluap, Puluhan Rumah Warga Mubar Terendam Banjir

Reprter kanalindonesia.com saat mewancarai Koramil Tingkep Kapten Inf  Saekoni

MUNA BARAT, KANALINDONESIA.COM: Puluhan rumah warga di Desa Wandoke Kecamatan Tikep Kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi Tenggara terendam banjir. Hal ini terjadi karena tinggihnya curah hujan yang turun sehingga sungai Laano Bangka meluap.

Sekitar 20 rumah terendam banjir yang disebabkan luapan air sungai laano bangka, ketinggian air sekitar 20 sampai 40 centimeter” Ujar Danramil Tikep Kapten Inf. Saekoni saat ditemui lokasi banjir. Jumat, (22/5/2020).

Penyebab terjadinya banjir ini akibat aliran air yang tidak dapat tertampung lagi oleh sungai ditambah hujan lebat yang terus menerus sehingga menyebabkan luapan. Apalagi wilayah mubar ini adalah memiliki kontur tanah yang rendah,”ujar Saekoni.

Meski demikian kata Saekoni, sampai saat ini belum ada korban jiwa dalam musibah banjir itu. Namun, luapan air mengakibatkan rumah penduduk dan lahan pertanian warga ikut terendam.

Baca:  Desa Karangagung, Susun Perdes Untuk Tangkal Narkoba

Bahkan dirinya sudah memiliki ide untuk menangani banjir ini, ia akan berkomunikasi dengan yang punya alat berat (Exavator) untuk membuatkan kanal pembuangan air.

“nanti saya akan komunikasi dengan yang punya alat berat (Exavator) untuk membuat kanal pembuangan air, insya allah setelah lebaran sudah bisa dikerja,”tutur Saekoni.

Ini keadaan nyata tidak bisa dibohongi, tidak bisa kita tutup mata, kita harus cari solusi agar warga yang kena dampak bisa bebas dari genangan banjir,”tambahnya.

Ditempat yang sama, Laode Salamu Warga Desa Wandoke, menuturkan peristiwa ini terjadi setiap tahun bila sudah memasuki musim hujan. Bahkan sepanjang bulan mei di desanya sudah 4 kali mengalami banjir.

Baca:  Dirjen Perhubungan Udara Pastikan Kelancaran Operasional Angkutan Nataru di Bandara El Tari Kupang

Ia mengatakan, banjir tidak hanya merendam rumah miliknya, tanaman jagung kuning yang baru berumur 40 hari seluas 1 hektar pun mati akibat terendam banjir.

Ia juga mengaku belum ada pihak pemerintah yang turun menemui mereka untuk memberikan solusi atas peristiwa ini.

Wa Lasi warga setempat yang mengalami nasib yang sama juga mengungkapkan, setiap tahun rumahnya menjadi langganan banjir akibat luapan air sungai laano bangaka

“Kalau sudah musim hujan kami sudah siap-siap akan kena banjir,”singkatnya.

Laode Radia meminta kepada pemerintah untuk turun tangan, hadir memberikan solusi jangan hanya datang foto kondisi banjir yang tidak jelas arahnya.

“Tahun – tahun sebelumnya ada yang datang sudah sering kali kami ditemui ada juga yang datang foto-foto kondisi banjir ini, tapi tidak ada realisasinya, apakah kami tidak dianggap sebagai warganya, kalau dianggap berarti kami diperhatikan,”tutupnya. (Akhir Sanjaya)*

Baca:  5-6 Februai 2018 Dispar KSB Gelar Baunyale