SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Maraknya peredaran narkotika di Jatim yang kian mengkhawatirkan disikapi dengan tegas oleh Pemprov Jatim dan BNNP Jatim dan Komisi A DPRD Jatim. Komisi A DPRD Jatim menggelar rapat koordinasi terbatas dengan BNN se Jatim di ruang Paripurna DPRD Jatim, Selasa (14/9/2021).

Ketua DPRD Jatim Kusnadi saat sambutan membuka acara tersebut mengatakan saat ini Pemprov Jatim sangat serius dalam penanganan peredaran narkoba di Jatim dengan membuat regulasi berupa Perda tentang Narkoba agar penanganan penyalahgunaan narkoba di Jatim bisa ditangani.

“Jatim sangat serius melakukan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. selain dengan pembuatan perda, juga melibatkan masyarakat dalam memberantas Narkoba. ini upaya untuk menghilangkan narkoba yang sekarang sudah tidak lagi ada tempat tempat kalangan atas, tapi sudah masuk bahkan ke desa desa dan juga merambah anak anak. Maka dibutuhkan strategi baru pemberantasan narkoba lewat P4GN, Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika yaitu Desa
Bersinar atau Desa Bersih dari Narkoba,” kata Kusnadi, yang didapuk membuka acara tersebut.

saat ini Jatim kata Kusnadi berada di kondisi yang mengkhawatrikan, berada di perangkat 7 pengguna narkoba atau sekitar 2% penduduk Jatim adalah pengguna narkoba, “Jatim berada pada posisi mengkhawatirkan untuk narkoba, 2 persen penduduk kita atau 1 038 953 pengguna narkoba. secara nasional 33 orang perhari atau 11 juta pertahun meninggal karena narkoba. Untuk itu program desa bersinar ini sangat penting untuk didukung,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Jatim Istu Subagyo mengatakan 3 pilar yang ada di Jatim harus berkolaborasi untuk memberantas narkoba ini yaitu TNI, Polri dan Pemerintahan. Dari data penghuni lapas, 60% adalah tahanan narkoba. Dengan program desa bersinar maka harus ada komitmen unsur pimpinan di masing masing pilar. “TNI AD misalnya kan punya garis komando sampai desa, begitu juga kepolisian yang punya Babinsa dan Babinkamtibmas. Polisi bahkan bisa masuk ke mana mana kan. Untuk TNI itu merupakan dalam melaksanakan tugas operasi militer selain perang. begitu pula TNI AL sangat bisa membantu karena banyak bandar yang mengirimkan barangnya lewat pelabuhan atau jalur jalur tikus seperti sungai, lewat udara atau bandara ada Angkatan Udara,” kata pria dengan pngkat terakhir Mayjend TNI (Purn) ini.

Politisi Golkar ini mencontohkan saat dirinya bertugas di wilayah Sumatera yang dikelilingi oleh laut dan berpotensi menjadi jalur peredaran narkoba di laut dan sungai, “Semua kabupaten kota punya pelabuhan masing masing, itu peluang bagi bandar bandar untuk memasok narkoba di Sumatera. kalau semua berperan, mulai darat, laut dan udara berperan sampai ujung tombaknya. Otomatis akan membatasi ruang gerak pengedar narkoba. Nah inilah yang dirumuskan untuk membuat program bersinar bebas narkoba dengan kesepakatan bersama komitmen yang diwujudkan dalam nota kebersamaan tadi. Apalagi disaat Covid sekarang narkoba menjadi komoditi yang ditawarkan sebagai alternatif mencari uang. kalau semua punya komitmen maka Narkoba bisa diberantas,” pungkasnya. nang

 

 

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here