Suami Stroke, Nenek Ponorogo ini Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Lantaran suami menderita sakit stroke yang tak kunjung sembuh, Boinah (86) warga Desa Golan Kecamatan Sukorejo ini nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Kapolsek Sukorejo AKP. Beny Hartono mengatakan selama ini pasangan manula itu hanya hidup berdua dirumah.

“Almarhum (Boinah) hanya berdua dengan suaminya yang bernama Tumiran yang selama 8 tahun ini menderita sakit stroke. Dugaan awal karena depresi, akhirnya nekat,” ujar Kapolsek,  Selasa (26/05/2020).

Ditemukanya korban pertama kali oleh Kristina yang seperti biasa datang ke rumah korban untuk memandikan  Tumiran yang menderita sakit stroke.

Saat sudah masuk ke rumah korban dan akan ke kamar mandi untuk memandikan Tumiran dirinya melihat korban sudah dalam posisi menggantung diri dengan menggunakan tali plastik warna hijau di blandar teras belakang rumah dengan kondisi sudah meninggal dunia.

Baca:  Satlantas Polres Ponorogo Sosialisasi MRSF di SMAN 1 Badegan

Mengetahui hal tersebut, Kristina yang sangat terkejut kemudian memberitahukanya pada warga sekitar dan diteruskan laporan ke Polsek Sukorejo.

Mendapati laporan tersebut, petugas Polsek Sukorejo bersama dengan tim medis segera melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Dari pemeriksaan tersebut, polisi tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiyaan.

“Tidak ada tanda tanda kekerasan/aniaya pada diri korban. Korban meninggal dunia diduga karena depresi memikirkan suaminya yang sakit stroke tak kunjung sembuh dan jauh dari anak-anaknya,” ucap Kapolsek Sukorejo.

Sehari sebelum meninggal dunia korban menyerahkan uang sejumlah Rp. 700.000,-(tujuh ratus ribu rupiah) dan sebuah cincin kepada Krista dan berwasiat agar uang dan cincin tersebut di serahkan kepada Tumiran (suami korban) dan nantinya agar suaminya dititipkan kepada anak anaknya.

Baca:  Warga Balong Ponorogo Ditemukan Meninggal Tersambar Mesin Gerinda

“Akibat kejadian tersebut pihak keluraga korban sudah terima dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah,” pungkasnya.