Ini Jawaban Kasun Kalidawir Sidoarjo, Terkait Dugaan Nepotisme Bansos

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Banyaknya jenis bantuan dari Pemerintah pusat maupun Provinsi dan Daerah di tengah pandemi korona ,rupanya menuai polemik di mana -mana.

Bahkan, Pemerintah Desa yang selama ini kerap menjadi sorotan warga, terkait kurang transparansinya perangakat dan jajaranya dalam menjaring data dari bawah.Versinya warga. Padahal, banyak juga Pemdes yang sudah melaksanakan sesuai regulasi dari Kemendesa untuk Juklak dan Juknisnya.

Tidak dapat di pungkiri, walau masih adanya dugaan parktik kecurangan yang terjadi dalam pembagian bansos, pada sebagian kecil Pemdes, oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Faktor inilah yang menyebabkan tingginya negative Thingking warga pada Pemdes, yang akhirnya menuai krisis kepercayaan.

Salah satunya di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Di antara data Keluarga Penerima Manfaat yang di ajukan Desa pada instansi terkait, data pencairan pengajuan bantuan pada Keluarga miskin tidak sama, alias terverifikasi, argumen Kasun Desa Kalidawir Misman.Rabu (28/05/2020).

Baca:  Peringati Hari Bhayangkara ke 73, Polresta Sidoarjo Ziarah ke TMP

Saat investigasi, sejumlah warga mengatakan di sinyalir penerima bansos indentik dengan kerabat perangkat desa.

“Kira – kira ada 6 warga kerabat perangkat Desa yang selalu dapat bantuan dari Pemerintah,”ujar warga yang enggan di sebut namanya.

Ketika di konfirmasi di kantornya Kasun Misman (60th) membenarkan, kalau 6 warga Keluarga Penerima Manfaat bantuan tersebut, masih ada hubungan kerabat denganya. Namun ia tidak mendeskripsikan satu persatu riwayat KPM tersebut, hanya atas nama Hendun yang di sebut.

“Benar, semua KPM yang tercatat itu adalah keluarga saya,dan mulai masuk wilayah RT 13 semua adalah keluarga saya, Hendun itu memang rumahnya bagus,tapi tidak bisa jadi patokan,anaknya sakit leukimia, tiap minggu harus kontrol ke RS, suaminya buruh mirik lele (memanen lele),”ujarnya.

Baca:  Ledakan Bom di Rusunawa Wonocolo Belakang Polsek Taman Sidoarjo

Pihaknya menambahkan,” kalau Bambang dari dulu sudah dapat bantuan, tapi atas nama Suparman (mertuanya), Bambang dulu tinggal di Jabon,baru pindah ke Kalidawir,”paparnya dengan nada serikit keras.

Berdasar keluhan dari warga KPM yang selama ini belum pernah mendapat bantuan, pihaknya mengeluh belum adanya keadilannyan yang hakiki di Desanya.

“Kehidupan saya, keadaanya seperti ini sudah lama,bukan baru kemarin,tapi, hanya sekali mendapat bantuan sembako, dalam masa pandemi ini,”keluh Bambang Kepala keluarga KPM.

Fakta di lapangan, membuktikan memang benar realitanya.

Sementara itu, Pejabat sementara Kepala Desa Umar di tempat yang sama mengatakan, kalau pihaknya tidak tahu menahu soal perjalanan penyaluran bantuan di lapangan.Saat di konfirmasi terkait KPM pihaknya pun bingung.

Baca:  Truk Trailer yang Hilang Beserta Muatanya, Ditemukan di Gedangan dalam Keadaan Kosong

“KPM itu apa sih mas ?,saya tidak faham, kayaknya di sini tidak ada,untuk pendataan dan prnyaluran bantuan saya serahkan sama perangkat, saya tidak tahu, karena saya hanya pejabat sementara,”pungkasnya.(Irwan)