Divonis 1 Tahun Penjara, Sidik Sarjono Tipu Konsumen Perum Syariah Multazam Islamic Residence Banding

SURABAYA,KANALINDONESIA.COM: Tak puas dengan vonis majelis hakim, yakni hukuman pidana selama satu tahun penjara. Sidik Sarjono, terdakwa kasus penipuan seorang konsumen Perumahan Syariah Multazam Islamic Residence menyatakan banding.

Pernyataannya tersebut ia lontarkan dalam persidangan yang beragendakan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (28/5/2020). Surat amar putusan dibacakan majelis hakim yang diketuai oleh Sutarno.

Dalam isi putusan, perbuatan Sidik Sarjono terbukti serta memenuhi unsur delik Pasal seperti tertuang dakwaan JPU ke 1. Yakni Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Usai sidang, Putu Bagus Uta Dharma Susila selaku kuasa hukum terdakwa Sidik Sarjono mengaku kecewa dengan putusan yang dijatuhkan ketua majelis hakim Sutarno.

Baca:  Diduga Nekat Curi Televisi, Pelajar SMP Ngawi Diamankan Polisi

“Dalam pertimbangan sudah jelas adanya perjanjian, terdakwa sudah berdamai dengan korban dan mengembalikan kerugian pada korban. Tapi tidak dipertimbangkan oleh hakim, malah menjatuhkan putusan yang sama dengan tuntutan penuntut umum,” kata Putu kepada wartawan di Pengadilan Negeri Surabaya, (28/5)

Atas pertimbangan tersebut, Putu langsung bersikap dengan menyatakan melawan putusan majelis hakim.

“Kami banding, karena ini adalah perdata,” tukasnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulfikar dari Kejari Tanjung Perak juga akan menempuh upaya hukum. Meskipun semua dakwaan dan tuntutannya dikabulkan oleh majelis hakim.

“Kami juga akan banding dan putusan ini akan kami sampaikan dulu ke pimpinan,” tandasnya.

Diketahui, Dalam menjalankan modus penipuannya, terdakwa Sidik Sarjono telah mencatut nama Ustad Yusuf Mansur yang dipakai terdakwa Sidik Sarjono untuk meyakinkan Juhdi Syahirul Alim selaku saksi pelapor.

Baca:  Bupati Trenggalek Akan Segera Tertibkan Pajak Perusahaan, Hotel dan Resto

Pada korban, terdakwa menjelaskan bila perumahan tersebut bekerja sama dengan ustadz Yusuf Mansur yang mana akan membangun tempat pendidikan Al-Quran serta fasilitas terkait pendidikan secara Islami baik pendidikan formal dan non formal.

Tertarik dengan gombalan terdakwa, korban pun akhirnya membeli 2 buah kavling seharga Rp 354 juta. Kavling tersebut berada di blok C-20 dan C-21 Perumahan Multazam Islamic Residance, desa Kalanganyar, kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Dikarenakan tidak ada progres yang jelas, saksi Juhdi Syahirul Alim melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya.

Selain kasus ini, lima kasus serupa dengan pelapor yang berbeda sudah menanti Sidik Sarjono. Penyidik Polrestabes Surabaya pun sudah mengirimkan SPDP lima perkara itu ke Kejari Tanjung Perak. Ady

Baca:  Dewan Trenggalek Tinjau Chek Poin Physical Distancing