F-PKB DPRD Trenggalek Desak Sarpras Pondok Pesantren

Amin Tohari, Sekretaris F-PKB DPRD Kab Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sepakat dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR RI, Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah juga membentuk skema kenormalan baru atau new normal di Pondok Pesantren (ponpes) setempat.

Sebab, kehidupan pesantren yang komunal dapat menjadi tempat penyebaran virus Covid-19.

Sebelumnya, F-PKB DPRD Kabupaten Trenggalek telah berjibaku memperjuangkan nasib ribuan guru madrasah yang terdampak langsung secara ekonomi dalam musibah bencana kesehatan.

“Kemarin kita minta pemkab untuk anggarkan bantuan penyangga ekonomi bagi guru ngaji di madrasah,”ungkap Sukarodin Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek,Kamis,(28/5) di Trenggalek.

Maka itu, masih menurut Kang Sukar sapaan akrab politisi ini pihaknya kini perlu memberikan pertimbangan kepada pemkab agar fasilitas di pesantren terperhatikan dengan baik.

Baca:  Hindari Penumpukan Pemilih, KPU Trenggalek Tambah TPS

“Saatnya pesantren berdaya, apalagi harus menghadapi new normal yang seharusnya keseluruhannya sesuai standart kesehatan atau protokol kesehatan,”tuturnya.

Dijelaskan Kang Sukar, pondok pesantren juga menjadi yang paling terdampak dari pandemi virus Covid-19 atau corona. Setidaknya, ada hampir 77 ponpes dengan 20 ribu santri dan ratusan pengajar menghentikan aktivitasnya.

“Kini muncul desakan dari berbagai pihak termasuk para wali santri kepada pengasuh ponpes untuk segera membuka kembali pondok, “jelasnya.

Untuk itu, masih keterangan Sukarodin, pemerintah dinilai harus memberikan langkah kongkret untuk menjamin para santri bisa kembali belajar. Selain mementingkan sektor ekonomi yang merupakan tujuan utama new normal.

“Mereka juga harus mengaji berbagai kitab keagamaan atau belajar menghafal Alquran di luar jam sekolah sebagai bekal akhlak di kehidupannya kelak,”teranganya.

Baca:  Petrokimia Gresik Berbagi

Ditambahkan Amin Tohari, anggota komisi II yang juga menjabat sebagai sekretaris F-PKB DPRD Kabupaten Trenggalek , santri saat dipulangkan, maka dampaknya sangat besar bagi keberlanjutan belajar mereka.

“Masalah lain menanti pemerintah jika dihentikan terus menerus,” ujar Amin.
Untuk itu, pemerintah dapat menyiapkan sarana dan prasarana yang lebih baik untuk ponpes. Tes masal Covid-19 untuk para santri dan pengajar juga diharapkannya dapat dilakukan.

“Banyak sarana di pesantren yang kondisinya seadanya, di sini pemerintah bisa melakukan edukasi sehingga berbagai sarana pesantren,”lanjutnya.

Dia juga berharap pemerintah melakukan alokasi anggaran khusus untuk pembangunan gedung, sarana dan prasarana yang menunjang kesehatan di ponpes. Sebab dari ponpes, kata Amin, lahir sumber daya manusia yang unggul, baik secara intelektual maupun spiritual.

Baca:  Jelang Idul Fitri Polsek Tugu Trenggalek Tingkatkan Keamanan

“Mudah-mudahan ini bisa dimaklumi pemkab dalam hal ini Bupati Trenggalek,”pungkas Amin Tohari.

Penulis : Eny Suprapti