Berkas Perkara Pembunuhan Ruwaeni Segera dilimpahkan

Pelaku dan otak pembunuhan Ruwaeni saat melaksanakan rekontruksi. foto: omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Berkas perkara kasus pembunuhan berencana terhadap Ruwaeni, warga Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, sudah lengkap. Penyidik tinggal melimpahkan berkas itu bersama barang bukti dan tersangkanya minggu depan (4/6/2020).

“Berkas sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Lamongan. Kemungkinan minggu depan dilimpahkan,” kata Kasatreskrim Polres Lamongan AKP David Manurung.

Berkas kasus itu dipisah menjadi tiga. Satu berkas dengan tersangka Imam Winarto (37), warga Desa Tunjungmekar, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, sebagai eksekutor. Berkas lainnya untuk tersangka Sunarto (40), warga Desa Sonoadi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Serta satu berkas lagi dengan tersangka Purnomo (45) asal Kelurahan Gundih, Kecamatan Babatan, Surabaya sebagai penadah handphone curian.

Baca:  Balio Serahkan Bantuan Senilai Rp 10 Juta Kepada Korban Tanah Longsor Bogor Barat

“Berkas tiga tersangka pembunuhan sudah lengkap, tinggal menunggu pelimpahan dari penyidik,” kata Irawan, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lamongan.

Dia menuturkan, setelah berkas diteliti, awalnya ada yang belum lengkap. Penyidik diminta melengkapi data untuk mensinkronkan adanya bekas luka tusuk di dada korban hasil rekontruksi tidak ada. Setelah dilakukan kroscek, tersangka mengingat telah menusuk leher korban sebanyak tiga kali. Korban sempat berontak hingga tangan korban tepatnya dipergelangan terlihat sobek, serta di dada juga sobek.

“Kalau hasil visum terhadap korban, terdapat luka tusukkan di dada. Tentunya semua itu agar dilengkapi,” pintahnya. Kekuarangan itu, menurut Irawan telah dilengkapi oleh tim penyidik Polres Lamongan. Kini, tinggal menunggu pelimpahan barang bukti dan tersangka.

Baca:  Direktur RSUD Jombang, Tutup Mata Terkait Adanya Pengunjung, yang Parkir Di Jalur KTL

“Untuk berkasnya tetap saja terpisah menjadi tiga, eksekutor, penyuruh dan penadah handphone. Kemungkinan besar minggu depan dilakukan pelimpahan oleh penyidik,” katanya.

Seperti yang telah diberitakan, Ruwaeni ditemukan tidak bernyawa di musholla rumahnya Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan (3/1/2020). Kejadian yang kali pertama diketahui oleh Salekan, penjaga rumah yang sudah bekerja selama sepuluh tahun. Saat itu, saksi ingin menyalahkan lampu rumah. Sebab, rumah yang biasanya terang, malam itu redup.

Setelah lampu dinyalahkan, saksi masuk ke dalam rumah. Dia kaget melihat Ruwaeni tergeletak di musholla dengan luka leher dan tangan serta banyak darah. Dia bergegas keluar dan meminta bantuan kepada warga sekitar. Kejadian itu juga dilaporkan kepada petugas kepolisian. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menetapkan tiga tersangka. Rekontruksi dilakukan di rumah duka, Rabu (12/2/2020) dengan memperagakan 23 adegan.

Baca:  Di Duga Termasuk Koperasi NAKAL, Aliansi Clean Governence Lamongan Laporkan ke Dinas Koperasi Kabupaten Lamongan

Sunarto yang menjadi otak kejahatan ini hanya memeragakan adegan diawal. Perencanaan dilakukan di warung milik Imam, sekitar 150 meter dari korban. Imam menyepakati Rp. 200 juta untuk menjadi eksekutor. Setelah itu, Sunarto memberikan uang Rp. 200 ribu di warung. Adegan berlanjut hingga Imam membaung HP Nokia milik korban di kali tak jauh dari warungnya.