Dibalik Lock Down Kampung Jati Sidoarjo, Ada Pesan Moral dari Ketua RW

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM: Banyak pembelajaran dan hikmah dari kampung yang di lock down satu RW, di Dusun Jati, Desa/ Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Kampung tersebut dinyatakan lock down, sejak (18/05) setelah pada pertengahan April 2020 ada beberapa warganya yang terpapar corona.

Dampak sosial dari lock down RW 12 tersebut sangat besar, meliputi beberapa sektor termasuk finansial, kehidupan sosial dalam bermasyarakat, pendidikan dan agama.

Dari sisi income,bagi karyawan pabrik saat di rapid test dan reaktif,maka dengan otomatis harus di karantia serta harus berhenti bekerja,bagi pemilik toko,harus berlapang dada untuk menutup tokonya sementara,selama pandemi.

Dari sisi kehidupan sosial bermasyarakat,warga Desa yang di lock down harus berdiam diri dalam rumah masing – masing,dan sementara tidak boleh keluar dari area, karena ada pengawasan ketat dari Satgas Covid 19.Serta timbulnya rasa curiga dan hilangnya kepercayaan pada orang di seputaran kita.

Baca:  Pukul Mata Tetangga Sendiri, Stevanus Masuk Bui

Untuk sektor pendidikan,sekolah pun di liburkan,anak Desa di area lock down tidak bisa keluar masuk area karena di jaga ketat.Bagi warga yang aktif mengikuti pengajian di luar Desa,kini harus rela dalam pembatasan.

Hikmahnya warga jadi faham dan tahu,Virus corona ini tergolong sadis karena dapat mematikan atau dapat menyebabkan luka permanen pada paru-paru pasien yang sudah terinfeksi dan sembuh. Secara umum bila ada yang  mengalami  demam, flu, batuk, dan sesak napas dalam batas waktu tertentu ini adalah suatu gejala penyakit Covid-19.

Di awal masa pandemi sempat terdengar kata “hidup mati itu ada di tangan Tuhan”,menarik dari perkataan tersebut, bahwa korona ini tidak bisa di remehkan atau di sepelehkan.

Baca:  Menunggu Hasil Swap, Lima Orang Positif Covid-19 Diisolasi di Kantor BKD Sidoarjo Selama 14 Hari

Di area lock down Mujiono ketua RW setempat menyampaikan pesan,”kalau sudah di lock down seperti ini bukan satu orang yang menanggung akibatnya,tapi satu kampung,lebih baik mencegah dari pada mengobati,”pesanya.

Ia menambahkan,”bagi kaum hawa yang biasa belanja ke pasar,sekarang tidak lagi,harus mengantri mengambil beras dan sayur serta lauk yang telah di sediakan Satgas di Posko,”imbuhnya.

“Pesan saya pada warga Sidoarjo Khususnya,untuk Jawa Timur Umumnya,patuhilah SOP protokol kesehatan yang telah di anjurkan pemerintah taati semua himbauan dari Tim medis, perlu digarisbawahi bahwa apa pun yang dilakukan pemerintah adalah sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyatnya,”Tutupnya.