Agus Hermanto : Pembentukan Tim Pencari Fakta Kasus Antasari Mengada-Ada

Wakil ketua dewan pembina Partai Demokrat Agus Hermanto

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Agus Hermanto menegaskan jika usulan pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Antasari Vs SBY itu sepenuhnya terserah pemerintah. Tapi, masalah itu sesungguhnya sudah selesai dan para hakim sudah memutuskan bahwa Antasari bersalah dan sudah menjalani hukuman.

“Kasus Pak Antasari itu sudah clear, sudah tuntas. Sehingga kalau ada hal-hal yang mengarah untuk pembentukan TPF itu mengada-ada. Apalagi 18 hakim dan Mahkamah Agung sudah memutuskan Antasari bersalah. Jadi, sudah terang benderang,” tegas Wakil Ketua DPR RI itu pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (20/2/2017).

Selain itu kata Agus, Antasari sudah meminta grasi, pengampunan berarti telah mengakui perbuatannya. “Setelah diberi grasi sekarang beliau sudah bebas, sehingga bebas seperti masyarakat yang lain. Yang secara hukum sudah tuntas. Tapi, kalau akan diungkapkan kembali dengan membentuk TPF, ya kita serahkan kepada pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Johnny G Plate mengusulkan agar dibentuk tim pencari fakta (TPF) untuk mengungkap kasus yang dihadapi mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Antasari mengaku kasusnya dikriminalisasi oleh mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Persoalan yang dihadapi Pak Antasari apakah fakta atau konspirasi, perlu dibuktikan melalui jalur hukum atau TPF, agar tidak menjadi warisan sejarah hitam,” kata Johny.

Menurut Johny G Plate, jika dibentuk TPF maka dapat diungkap fakta-fakta sebenarnya sehingga menjadi lebih jelas. Johny menilai, jika Antasari merasa tidak melakukan tindakan yang membuatnya di penjara dan sekarang melaporkan ke Bareskrim Polri, sebaiknya Polri menindaklanjutinya agar tidak menjadi fitnah. “Polri belum menyampaikan apa dakwaannya dan publik belum tahu. Mari kita tunggu kerja Polri agar tidak menjadi fitnah,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Nasir Djamil mengatakan, bicara kasus Antasari banyak misterinya. Pada saatnya kasusnya sedang disidik, kata dia, Polri sangat sulit mencari bukti-bukti, dan Antasari juga tidak konsisten. “Jadi, kalau ada usulan dibentuk TPF, sebenarnya sudah beberapa kali dibentuk TPF, tapi tidak jelas kerja dan sasarannya,” jelasnya.