Anak Muda Harus Dibisikin Pancasila

Amin Tohari sekretaris Fraksi DPRD Kab Trenggalek 

Oleh : Amin Tohari, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Dalam perjalanan sejarah, Pancasila sebagai landasan normatif telah mengakar begitu kuat. Pancasila belum banyak diimplementasikan ke dalam level operasional kebijakan dan tindakan.

Apakah Pancasila masih dianggap sebagai nilai utama dalam berbangsa dan bernegara di kalangan generasi muda?

Amin Tohari, politisi asal PKB Kabupaten Trenggalek menjelaskan pemuda adalah kisaran usia belasan hingga 20-an awal. Dalam kisaran usia tersebut, anak-anak muda sebenarnya tahu tentang Pancasila.

“Tapi apabila ditanyakan tentang implementasinya, belum terlalu serius diimplementasikan,”terangnya, Senin,(1/6).

Dikatakannya, jika melihat remaja-remaja Amerika, dengan kecenderungan gaya hidup bebasnya, mereka tetap berpegang pada prinsip-prinsip negara mereka. Bagaimana mereka selalu mengulang-ngulang amandemen, mereka tahu. Akan tetapi di Indonesia, tidak banyak melakukan itu.

Baca:  Grebeg Selo Bale, Pesta 131 Lodho Ayam di Dusun Winong Sumurup Bendungan

“Implementasi Pancasila masih sebatas teori yang diajarkan di sekolah,”tandasnya.

Anak-anak zaman sekarang saat ini, menurut Amin lebih butuh panutan atau role model, seseorang yang benar-benar mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Jujur saja, kadang anak muda disalah artikan, dianggap sudah terpengaruh oleh budaya luar hingga lupa budayanya,”tuturnya.

Budaya Indonesia, masih diungkapkan Amin cenderung memiliki budaya segan, yang muda segan terhadap yang tua. Hal ini bagus tetapi ketika tidak tahu harus berani bertanya. Ini yang harus dijembatani.

“Caranya adalah dengan memanfaatkan berbagai media cetak lokal maupun internasional, media sosial, dan bisa pula diintegrasikan dengan membuat semacam wadah atau perkumpulan dimana anak muda bisa berinteraksi langsung, bertanya langsung, maupun brainstorming,”pungkasnya.

Baca:  Hearing Komisi D DPRD Gresik dengan PT. Smelting Batal

Penulis : Eny Suprapti