Mengaku Tak Menerima BST, Puluhan Warga Gupolo Ponorogo Geruduk Dinsos

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Mengaku tak menerima BST puluhan warga Desa Gupolo, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Jatim menggeruduk Kantor Dinas Sosial P3A Ponorogo, Selasa (02/06/2020).

Kedatangan 30 lebih warga itu untuk menyampaikan protes klarifikasi dugaan carut marutnya penerima bantuan sosial dampak Corona. Mereka menilai, penerima bantuan itu tidak tepat sasaran.

Warga datang bukan dengan tangan kosong, mereka membawa segepok data berupa Kartu Keluarga (KK) warga miskin terdampak yang tidak mendapat bantuan.

“Kami bawa 30 KK warga miskin terdampak malah tidak menerima,” ucap Umar Totok salah satu warga Gupoloyang juga koordinator aksi.

Mereka menyebut, ada penerima yang dinilai mampu malah mendapatkan. Sebaliknya, warga miskin yang tidak mampu malah kecele tidak menerima bantuan.

Baca:  Aloha Gedangan Makin Macet Pemkab Sidoarjo Harus Jemput Bola agar Fly Over Gedangan dan Aloha Segera Terwujud

“Rata-rata yang tidak menerima ini kerjanya kuli,” sebutnya.

Selain itu, mereka juga menyampaikan data nama warga mampu yang malah menerima bantuan.

Di hadapan Kadinsos, perwakilan warga sempat menyampaikan ada salah satu warga Gupolo punya mobil 2 tapi malah mendapatkan bantuan korona. “Mobilnya dua lo pak kok dapat. Itu bagaimana,” sebutnya.

Selain itu, ia menyebut ada seorang pemborong yang menikmati bantuan yang teruntuk bagi warga miskin terdampak itu.

Supriyadi Kepala Dinsos P3A kepada wartawan mengatakan bukan kali ini saja pihaknya menerima komplin BST yang tidak tepat sasaran.

“Ini sebenarnya bukan pertama, tapi kali ini memang Desa Gupolo jumlahnya banyak,” sebutnya.

Ia bakal mengecek pukuhan KK yang disodorkan para pendemo. “Intinya ke sini menanyakan penyaluran BST tahap pertama yang dinilai tidak tepat sasaran,” sebutnya.

Baca:  Api Hanguskan Rumah Warga Sawoo Ponorogo

Kalau memang hasil pengecekan memang belum dapat dan dinilai layak maka akan dimasukkan usulan bantuan.

“Saat ini yang sudah cair bantuan dari APBN dan BLT Desa. Masih ada APBD dan Provinsi. Sehingga data dari Gupolo tadi akan dicroscek apakah sudah masuk apa blm, kalau belum dan diverifikasi lapangan ada dan layak maka diusulkan menerima,” sebutnya.

Pihaknya juga bakal mengirim surat bagi warga yang tidak tepat sasaran untuk membuat surat penghapusan dan proses penggantian.