Bupati Ipong: 14 Orang yang Mengikuti Pelantikan Pengawas dan Kepsek SMA Provinsi Jatim Hari ini Jalani Rapid Test

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Beredarnya kabar di medsos tentang dugaan munculnya klaster baru Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mendapat perhatian dari Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni. Hal ini lantaran ada 14 warga Ponorogo yang menghadiri pelantikan Pengawas dan Kepala Sekolah SMA di Gedung Graha Abdi Praja BKD Jalan Jemur Andayani 1 Surabaya, 20 Mei 2020 lalu.

“Ada 14 orang dari Kabupaten Ponorogo ikut pelaksanaan pelantikan Kepala Sekolah SLTA di Surabaya tanggal 20 Mei 2020 lalu,” ucap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni kepada awak media, Selasa (02/06/2020).

Bupati Ipong menjelaskan, pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan melakukan rapid test terhadap 14 orang tersebut dan hasilnya semua non reaktif.

Baca:  Jaksa Ajukan Replik Untuk Buktikan Tudingan Henry Gunawan 

“Saya melakukan rapid test soalnya baru mendengar kemarin, tadi malam saya kontek-kontek dengan dinas, dengan provinsi. Saya konfirmasi berita yang terdengar, kemudian minta daftar nama yang ikut dari Ponorogo, langsung melakukan langkah pagi tadi kita rapid test. Setelah dilakukan rapid test hari ini, tujuh hari lagi akan di rapid test selanjutnya,”tegasnya.

Dikatakan Ipong,”tau-tau setelah ramai di media sosial. Saya sebagai Bupati, sungguh sangat heran kok bisa di tengah-tengah pandemi seperti ini diadakan acara seperti itu,” ungkapnya.

Selain itu ditambahkanya,” yang saya dengar yang ada kasus satu orang meninggal di Jombang, itu meninggal karena sakit mag atau asam lambung. Terus ada satu di Mojokerto hasil swabnya belum keluar,” terangnya.

Baca:  Rekahan Tanah Keluar Api, Polisi Pasang Police Line

Bupati Ipong mengaku tidak bisa memahami seberapa padatnya acara yang melibatkan 240 orang pada satu tempat walaupun tidak ada yang terkonfirmasi positif.

Langkah yang dilakukan itu lanjut Ipong, adalah untuk mengetahui peserta dari Ponorogo itu ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.

“Kondisi mereka sehat, tapi intinya gini acara ini aneh di tengah pandemi, kok bisa pemerintah mengadakan acara seperti ini, intinya itu,” tegasnya.

Selain itu, mereka tidak ada konfirmasi sama sekali pada waktu melaksanakan acara itu misalnya kita dikabari.

“Memang acara itu yang mengadakan provinsi, pesertanya pun pengawai provinsi bukan pegawai kabupaten,” tambahnya.

Pihaknya meminta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Ponorogo-Magetan menyampaikan kepada mereka agar yang telah menjalani rapid test tidak banyak keluar.

Baca:  Kasus Oknum Polisi Hajar Pasutri karena Dituduh Curi HP, Kasat Reskrim Polres Jombang :’Itu hanya salah paham’

“Sementara bekerja di rumah dulu sampai betul-betul lolos rapid test kedua,” tambahnya.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Ponorogo-Magetan Nurhadi Danuri saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya pelantikan Pengawas dan Kepala Sekolah SMA di Surabaya.

“Dari Ponorogo ada 14 orang  menghadiri pelantikan kepala sekolah dan pengawas di kantor BKD Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, yang dari Ponorogo sementara aman, di rapid test pun dinyatakan non reaktif.