Bupati Madiun: Jangan Jadi Kluster PT DMA

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputra mengharapkan satu karyawati PT Digjaya Mulya Abadi (DMA) Mitra Produksi Sigaret (MPS) PT Sampoerna, dinyatakan positif Covid-19 tidak menjadi kluster.

“Saya tekankan PT DMA bisa beroperasi dengan catatan harus mematuhi protokol kesehatan. Sebab, di Jatim ada Kluster Sampoerna Surabaya, saya tidak mau ada Kluster PT DMA Sampoerna di Kabupaten Madiun,” ujar Bupati Madiun, dalam pertemuan di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Rabu (3/6/2020).

Menurutnya agar perusahaan benar-benar menjalankan protokol kesehatan secara serius, termasuk tempat kerja, kantin, tempat parkir dan mushola ditata sedemikian rupa untuk menekan penularan Covid – 19. PT DMA harus punya langkah riil untuk menyakinkan pemerintah karena sebagian besar karyawan di PT. DMA adalah warga Kabupaten Madiun.

Baca:  Buntut Pengeroyokan Wartawan Danyon 501 BY Minta Maaf

Ia juga meminta PT DMA, agar memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil dan lansia, karena usia rentan ini sulit disembuhkan jika terjangkit Covid-19. Selanjutnya, akan dilakukan rapid test lagi sebelum perusahaan kembali beroperasi dan 7 hari lagi kedepan juga akan dilakukan rapid test.

Menanggapi hal itu, Manajer Operasional PT DMA Dilan menyampaikan setelah adanya karyawan PT DMA positif Covid-19, pelaksanaan dan tata kerja di PT DMA, diubah dan lebih ketat. Sebenarnya, dari awal Maret lalu sudah menerapkan protokol Covid-19, tapi masih ada satu karyawati terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kami yakinkan kepada bapak, penularan bukan dari dalam (PT DMA), melainkan dari luar. Kami mendapat informasi suami bersangkutan bekerja di Surabaya masuk zona merah. Jadi, kami keberatan jika ada pihak menyebutkan sebagai Kluster PT DMA,” tandas Dilan.

Baca:  Diduga Dibunuh; Ditemukan Mayat Wanita Di Hutan Saradan, Madiun

Bupati Madiun pun menimpali. “Bukan saya, sebut sebagai kluster, ya. Tapi, dari sana,” ujarnya.

berseloroh disambut senyuman mereka hadir dipertemuan itu.

Dampak Psikologis
Ia menjelaskan penyebutan kluster terkesan karyawan terkena positif Covid-19 banyak, padahal hanya satu orang. Dampak psikologis lain harus dihadapi karyawan PT DMA, dari pandangan tidak mengenakan dari lingkungan.

Belum lagi, hasil rapid test seluruh karyawan dinyatakan non reaktif, belum dianggap cukup oleh lingkungan. Akibatnya, sejumlah karyawan diminta pihak lingkungan isolasi mandiri selama 14 hari.
Dilaporkan, pasca karyawati PT DMA asal Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, dinyatakan positif Covid-19.

Tidak lama berselang, sang suami terkonfirmasi pasien positif Covid-19 ke-5 dari Kota Madiun, sang istri sendiri dinyatakan pasien positif Covid-19 ke-4.

Baca:  Danrem 081/ DSJ Madiun Tinjau Rabat Jalan TMMD di Trenggalek

“Kami lebih serius melakukan protokol Covid-19 secara ketat, baik saat karyawan berganti shift, penataan karyawan, tamu dan kendaraan datang ke perusahaan disemprot disinfektan. Dalam penataan bekerja karyawan, ada jarak tempat duduk pada saat produksi,” ujarnya lagi.

Lalu, tempat duduk diberikan jarak antara karyawan, harus menggunakan masker, selalu cuci tangan dengan sabun dan disiapkan hand sanitazer. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Bupati Madiun dan Pemerintah Kabupaten Madiun telah melaksanakan rapid test diperusahaan, hasilnya 895 orang non reaktif,” ujarnya. (abas)