Perangkat Desa Sumput Gresik yang Bermasalah Disanksi Reposisi

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Buntut dari dugaan kasus perangkat desa yang melakukan dugaan pungli pada warga setempat.di Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Bergulirnya kasus tersebut beberapa waktu lalu sempat dilaporkan ke Inspektorat dan PMD.

Bertempat di kantor Kecamatan Driyorejo kedua belah pihak antara warga dan perangkat desa dipanggil Camat Narto untuk melakukan mediasi.

Pokok pembahasan di dalam forum, camat memohon supaya kasus tersebut di selesaikan dengan cara kekeluargaan dan tidak bawa ke ranah hukum.orientasinya,se Desa Sumput tersebut adalah teman bahkan ada yang masih famili.

“Saya dapat perintah dari pak Bupati Gresik, kalau ada laporan kasus pungli di Inspektorat,kita di minta untuk menyelesaikan dengan jalan mediasi,makanya hari ini panjenengan semua hadirkan,”kata dia.

Baca:  Antisipasi Penyebaran Covid - 19,Partai Nasdem Siapkan Disinfektan dan Instrumen Penyemprotan

“Ia menambahkan,”mudah-mudahan hari ini kita bisa memutuskan,sesuai keinginan warga,”imbuhnya.

Saat sesi penyampaian keterangan oleh peserta mediasi,Sugeng Harikartono SH sebagai lawyer warga di beri waktu terlebih dulu untuk memberikan keterangan,warga berkehendak kalau perangakat desa yang bermasalah tersebut di beri sangsi sesuai aturan yang berlaku.

“Kita hanya meneruskan uneg-uneg warga,kami meminta ia di beri sangsi yang,setimpal,”ujarnya.

Di lanjutkan pemyampaian keterangan oleh Perwakilan Kartar setempat M.Mujib.Kami berharap ke depan,Desa kita jangan sampai reputasinya di coreng oleh oknum,kita bersama warga yang lain berkeinginan memiliki Desa yang Transparan,Maju dan Sejahtera.

“Warga berkeinginan memiliki desa yang maju,transparan,kami tidak ingin mendengar lagi desa kita masuk media dengan berita miring.Kalau menurut kami sangsinya di reposisi atau di non aktifkan,”ujarnya,atas nama lembaga desa.

Baca:  Kasdim 0802/ Ponorogo Sampaikan Materi Wawasan Kebangsaan Kepada Mahasiswa Unmuh

Sementara menurut Kapala Desa Sumput Sutaji,pihaknya mengatakan ini merupakan teguran dari warga dan merupakan menjadi pembelajaran baginya serta banyak hikmah yang bisa di ambil.

“Terima kasih atas undangan pak Camat dan hadirin sema,ini merupakan teguran bagi kami serta menjadikan instrospeksi bagi saya dalam mengendalikan Desa Sumput,apapun hasilnya kita mendukung dan menerima,”paparnya.

Acara berakhir dengan pemberian sangksi pada perangkat Desa S untuk di reposisi dari bagian semula,dan menyampaikan permintaan maaf pada warga yang akan di gelar pekan depan di Pendopo Balai Desa Sumput.

Untuk memperkuat hasil mediasi,di lakukan penanda tanganan nota kesepahaman oleh semua peserta mediasi yang hadir.