Dihalangi Pasang Pagar di Lahan Sendiri, Warga Pati Lapor ke Polres

PATI, KANALINDONESIA.COM: Sejumlah orang berusaha menghalangi pemasangan pagar di lahan yang berada di Desa Banjarsari, Kecamatan gabus, Kabupaten Pati.

Pemasangan pagar bilah kayu tersebut atas perintah dari keluarga Sukiman yang merasa sebagai pemegang hak dari lahan tersebut.

“Saat kami melakukan pemasangan pagar dari bilah kayu, datang massa dan dengan arogan menghalangi dan berusaha merobohkan pagar yang sudah terpasang,” jelas Solikin, salah satu pekerja yang melakukan pemasangan pagar tersebut.

Peristiwa sendiri terjadi pada Senin (01/06/2020) lalu, sekitar pukul 12.00 WIB.

Sementara Edi M yang merupakan perwakilan dari pihak keluarga Sukiman kepada media ini menjelaskan,”pemasangan pagar ini adalah bentuk pengakuan hak kami yang mengacu kepada keterangan atau segel jual beli dari desa yang dikuatkan Camat Gabus pada tahun 1985/86, beserta kwitansi pembayarannya. Serta pemberkasan di Kantor Pertanahan Kabupaten Pati melalui notaris Edwyn Agung pada 8 Januari 2020 lalu,”ucapnya.

Baca:  Antisipasi Liburan Panjang Idul Adha 1438 H, Polres Semarang Gelar Pasukan

Peristiwa ini berbuntut panjang, karena pihak keluarga tidak menerimakan. Edi menyampaikan,” kejadian itu sangat mencekam, kami sekeluarga merasa terancam atas tindakan massa yang arogan, melakukan persekusi mengancam fisik dan phsikis, atas keselamatan jiwa dan harkat dan martabat keluarga besar kami,”ucapnya.

Ditambahkanya,”kami keluarga besar sepakat dengan barang bukti yang kami miliki, hari ini (4/6), melalui kuasa hukum Giyanto,SH. MH melaporkan ke Polres Pati,”tegas Edi.

Dikatakan Edi,” kami juga menyayangkan atas sikap kepala desa dan perangkat yang justru melakukan pembiaran dan malah melibatkan diri dengan massa serta ikut memprovokasi warga yang tidak tahu permasalahannya, dan yang lebih menyakitkan kami, adalah dimana saat genting bukannya pihak desa segera meminta bantuan ke pihak aparat, justu saudara saya Endang yang menghubungi pihak Babinkamtibmas Gabus melalui aparat dari Polsek lain,”bebernya.

Baca:  Ibu dan Dua Anaknya di Purwantoro Wonogiri Bunuh Diri

Pada saat peristiwa tersebut Kapolsek Gabus bersama anggotanya mendatangi keluarga korban dan menjanjikan untuk dilakukan mediasi, namun sampai hari ini belum ada kejelasan. (Asno)