KPK Datangi BNI, Buru Kekayaan Walikota Madiun

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, MADIUN : Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Bank Negara Indonesia (BNI) Madiun guna memburu harta kekayaan milik tersangka Wali Kota Madiun Bambang Irianto (BI) yang diduga diperoleh dari hasil tindak kejahatan korupsi, Selasa(21/02/2017).

Sehari sebelumnya, Senin (20/02/2017) lalu, tim penyidik KPK telah menyita uang dan rekening atas nama Bambang Irianto.

“Saya belum bisa komentar soal di bank itu (BNI). Tapi, kemarin di 3 bank bisa komentar, hari ini saya belum dapat informasi dari penyidik,” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Dari 3 bank yaitu BTPN, Bank Jatim dan BTN, tambahnya rekening diblokir dan isinya ditransfer ke rekening penampungan KPK untuk dihitung. Beberapa waktu lalu, KPK menyita 4 unit mobil mewah milik BI seperti Hummer, Mini Cooper, Range Rover dan Jeep Wrangler.

Ia menyatakan selain menangani kasus dugaan pencucian uang, pihaknya juga mendalami dugaan penerimaan gratifikasi mencapai Rp 50 milyar. Uang itu dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengusaha terkait perijinan dan sumber lain tidak sah.

Menurutnya dana itu diterima dan dikelola sendiri oleh BI, sebagian diubah bentuk menjadi kendaraan, tanah, uang tunai, emas batangan hingga saham.

“Dana disimpan ada atas nama sendiri, keluarga atau koorporasi. Hari ini ada sejumlah saksi diperiksa mencapai 15 orang, baik dari ASN dan swasta,” ujarnya lagi.

BI ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah terkait pembangunan Pasar Besar Kota Madiun tahun anggaran 2009-2012 dengan nilai proyek senilai Rp 76,5 milyar. BI diduga menerima gratifikasi berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Atas perbuatan tersebut, BI disangka melanggar Pasal 12 huruf i atau Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.