Pansus III Dewan Trenggalek Siap Rombak Dinas

rapat Pansus III yang akan rombak dinas

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pansus III DPRD Kabupaten Trenggalek gelar rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD), terkait perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) dalam rangka membahas Ranperda tentang perubahan Perda Kabupaten Trenggalek Nomor 17 Tahun 2016, tentang pembentukan dan satuan perangkat daerah, Senin.

Rencananya perubahan Perda nomor 17 tahun 2016 tentang SOTK (Susunan Organisasi Tata Kerja) disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 72 tahun 2019, ada tiga OPD yang diusulkan untuk dipisah.

“Ada tiga fokus pembahasan dalam rapat perdana yang diselenggarakan oleh Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Trenggalek,”tutur Ketua Pansus III DPRD Trenggalek, Mugianto.

Ia membeberkan, dalam draf Ranperda ini direncanakan pemecahan Dinas Pertanian dan Peternakan, di mana akan dibagi Dinas Pertanian sendiri, dan Dinas Peternakan sendiri. Selain itu, juga rencana tentang Kantor Kesbangpolinmas menjadi Badan, serta RSUD dr. Soedomo menjadi UPT.

Baca:  Siswa MI Murni Sunan Drajat Lamongan Juara Matematika tingkat Internasiona

Pertama, pemisahan Dinas Peternakan yang sempat digabung dengan Dinas Pertanian dan Pangan. Kedua, pengalihan status RSUD Dr. Soedomo menjadi Unit Dinas Kesehatan, Puskesmas menjadi Unit RSUD, sehingga masih dalam naungan Dinkes PPKB. Dan yang ketiga status Kesbangpol yang dulunya kantor akan naik statusnya menjadi Badan.

“Kali ini Panitia Khusus masih dalam tahap rapat perdana selanjutnya pansus dan tim asistensi akan melakukan pengkajian diberbagai sektor secara terperinci,”jelasnya.

Perubahan tersebut mengacu pada peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2016 yang mengatur tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang akan dirombak.

“Ada banyak indikator yang perlu segera dirumuskan, seperti OPD pada Bidang Produksi Ternak dan Bidang Kesehatan Hewan yang ada pada Dinas Pertanian dan Pangan nanti akan dibentuk dinas baru yaitu Dinas Peternakan,” terang Mugianto.

Baca:  Tolak Omnibuslaw dan Import Garam, Ratusan Mahasiswa Bangkalan Blokade Suramadu Sisi Madura

“Semua sektor anak dihitung perolehan skornya, nanti diakumulasi baru dievaluasikan. kasihan jika tugas yang begitu banyak di bebankan pada satu OPD,” pungkasnya.

Penulis : Eny Suprapti