Over Stay 6 Tahun, WNA Malaysia Diamankan

petugas tunjukan berkas keimigrasian

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG : Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum dan HAM Jawa Tengah, M Diah menyampaikan, Kantor Imigrasi Surakarta berhasil mengamankan seorang WNA asal Malaysia, Avtar Singh Teja Singh (39) yang tinggal di Klaten lantaran menyalahi ijin tinggal atau melebihi batas izin tinggal (over stay) di Indonesia sekitar enam tahun.

Menurutnya, WNA tersebut masuk ke Indonesia menggunakan Visa kunjungan indeks 2/11 di Imigrasi Bandara Adi Sumarmo pada September 2010. Dan kasus tersebut baru diketahui pada (20/2) kemarin, yang mana WNA tersebut hanya memiliki izin tinggal selama 60 hari sejak masuk di Indonesia.

“WNA yang tinggal bersama istrinya (WNI) tersebut tidak mempunyai niat baik untuk memperpanjang izin tinggalnya,” ujar M.Diah di Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng, Selasa (21/2/2017).

Sementara proses penangkapan berawal setelah istri WNA bernama Tri Hastutiningsih datang di Kantor Imigrasi Surakarta untuk menanyakan tata cara perpanjangan masa berlaku paspor milik suaminya.

Setelah istrinya dimintai keterangan, petugas langsung mendatangi rumah Tri Hastutiningsih di Paisan RT.20/RW.07 Kelurahan Mireng Kecamatan Trucuk, Klaten Jawa Tengah.

Setelah WNA itu menunjukkan dokumennya yakni paspor dengan nomor A 2290744 yang dikeluarkan di Perak Malaysia pada Juni 2010, ternyata telah habis masa berlakunya pada 2 Juni 2015.

“WNA tersebut tidak memiliki izin tinggal dan paspor yang dimilikinya sudah tidak berlaku,” katanya.

Diketahui, WNA tersebut menikah secara sah dengan Tri Hastutiningsih di Indonesia pada tahun 2006 dan dikarunia dua anak.

“Saat ini WNA itu ditahan di ruang detensi Kantor Imigrasi Solo. Sedangkan petugas masih terus mendalami kegiatan yang bersangkutan selama di Indonesia,” tambahnya.

Karena izin tinggal keimigrasian telah over stay dan paspor telah habis masa berlakunya, maka bisa diindikasi sebagai pelanggaran pidana Keiimigrasian.

Namun menurut Undang-undang No. 6 tahun 2010 sanksi yang diterapkan pada pelanggaran over stay adalah melakukan tindakan administrasi keimigrasian dengan membayar denda dan deportasi. (sigit)