Hanura Trenggalek Menyangkal Postingan FB Mengusung Alfan-Panca Rahmadi

Husni Taher Hamid Ketua Partai Hanura Kab Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur kini sibuk membantah pernyataan yang menyebut partai yang didirikan  Jenderal Purnawirawan Wiranto ini telah mengusung pasangan Cabup-Cawabup ALFAN RIYANTO – PANCA RAHMADI di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Trenggalek tahun 2020 pada Desember mendatang.

Husni Taher Hamid, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Trenggalek menjelaskan pihaknya hingga kini belum pernah menerima rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura di Jakarta.

“Kok rekom, berkas kelima bakal calon malam ini masih kita susun untuk kita kirim ke Jatim dan pusat,”ucapnya, di Kantor DPC Hanura Kabupaten Trenggalek Jalan Kanjeng Jimat, Surodakan, Kamis,(18/6).

Baca:  Jadi Pembicara Indoargo Banyuwangi, Bupati Emil Beri Paparan

Sebelumnya, muncul postingan di salahsatu akun facebook dengan kata-kata ‘Alhamdulillah sudah ada satu pasangan kandidat Cabup – Cawabup yang sudah positif diusung Koalisi PKB-Golkar-Hanura’ berikut pose gambar pasangan Bacabup – Bacawabup Alfan Rianto – Panca Rahmadi di sebuah gedung, pukul 21.27 WIB, hari ini.

“Ini merugikan kami selaku kepanjangan amanah rakyat sehingga perlu saya tegaskan itu berita hoax,”tuturnya.

Disebutkan pria yang bergelar doktor hukum ini, pihaknya sudah menyiapkan langkah –langkah strategis agar tidak merembet pada persoalan yang lain utamanya kepada kepercayaan dan integritas partai yang dipimpinnya.

“Postingan di facebook sudah kami klarifikasi 5 menit kemudian setelah muncul postingan itu dan menegaskan bila itu berita hoax,”tegasnya.

Baca:  Komisi II DPRD Trenggalek Harap Pokdarwis WTL Manfaatkan Dana BumDes

Ditambahkan Puguh Purnomo Sekretaris DPC Partai Hanura Kabupaten Trenggalek melalui akun yang berinisial BS dengan 1449 teman di FB nya akan dijadikan barang bukti untuk diusut agar terang benderang maksud serta tujuan akun itu menggungah berita hoax.

“Kami masih mengumpulkan bukti yang lain dan secepatnya kemungkinan besar akan menempuh jalur hukum,”pungkasnya.

 

Penulis : Eny Suprapti