Tambang Nyasar, 6 Truck dan 1 Bego Diamankan Polres Ponorogo

Sejumlah truck yang diamankan di Mapolres Ponorogo

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO : Sat Reskrim Polres Ponorogo melakukan penggerebekan terhadap operasional tambang galian C di  Desa Ngroggung, Selasa(21/02/2017).

Satu  pengusaha tambang dan 6 sopir   dimintai keterangan sebagai saksi oleh Sat Reskrim yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Sementara alat operasional berupa 6 dumtruck dan satu alat berat serta uang Rp 15 juta hasil penjualan pasir disita sebagai  barang bukti.

Penangkapan dan pengamanan truck  serta alat berat dilakukan dengan TKP di Desa Ngroggung, Kecamatan Jenangan.

Hasil penangkapan tersebut dilakukan setelah pihak Sat Reskrim Polres Ponorogo melakukan pengintaian dalam bebeberapa hari.

Barang bukti  6 dum truck yang diamankan di Mapolres Ponorogo adalah truck dengan nopol  AE 9315 US, AE 4426 KA, AE 8940 FA, AD 1309 WE, R 1751CP dan H 1889 EN.

Sementara barang bukti satu alat berat   berupa bego kini dititipkan di Polsek Sukorejo.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan modus keluar dari zona  lokasi tambang resmi yang ada di lokasi, sehingga seakan-akan masih berlokasi diarea tambang resmi.

Aksi penambangan telah keluar dari area  titik tambang resmi dengan radius kira-kura 100 meter.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudi Dharmawan menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik tambang resmi yaitu Heru Agus Hermawan dan 6  sopir truck.

“Sampai saat ini belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, karena  keterangan sejumlah saksi belum lengkap,”ucap AKP Rudi Darmawan.

Rencananya selain saksi pelaku, Satreskrim juga akan mendatangkan saksi  dari perijinan Jawa Timur, jika terbukti maka pelaku akan dijerat dengan undang-undang no 4 tahun 2009 pasal 158 tentang minerba dengan ancaman  penjara paling lama 10 tahun dan atau denda 10 miliar.