Pecahkan Rekor MURI, 1700 Pelajar Manari Cakalele Warnai Pembukaan LPI U-14 dan U-16

KANALINDONESIA.COM :MALUKU UTARA : Konsentrasi Menpora Imam Nahrai untuk terus memantau perkembangan pembinaan usia dini terus dilakukan. Halmahera Selatan menjadi salah satu daerah yang hari ini Kamis (23/2) pagi dikunjungi oleh Menpora dalam rangka membuka Liga Pelajar Indonesia U-14 dan U-16. Menariknya sebelum acara kick off dimulai, Menpora disuguhi pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) 1700 pelajar menari Cakalele di Lapangan Samargalila, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

“Halmahera Selatan bukan hanya terkenal sebagai kabupaten Bacan, tapi terkenal dengan Saruma, dimana semua masyarakat di sini hidup harmonis, tentram, rukun, sejahtera dan damai di daerahnya masing-masing. Saya bersyukur hari ini bisa melihat langsung insan olahraga dan pemuda, khususnya juga calon-calon pemain nasional kita dari Halmahera Selatan berkumpul di lapangan ini,” kata Menpora.

“Kita akan menyaksikan bersama para pelajar U-14, U-16, Bupati Cup hingga para pelajar yang sudah memecahkan rekor MURI menari Cakalele telah menunjukkan keinginannya untuk bangkit, sehat dan yang paling penting kelak generasi muda inilah yang akan melanjutkan kepemimpinan di daerah atau di pusat. Saya yakin dengan olahraga dan tarian Cakalele tadi akan terbentuk pemuda yang handal, mental dan spritual yang kuat, saling menghargai satu sama lain,” tambahnya.

“Saya akan melapor ke bapak Presiden Joko Widodo bahwa di sini ada generasi emas luar biasa yang perlu mendapat perhatian secara khusus. Saya tadi melihat perkemahan pramuka, rencana pembangunan GOR dan sekarang menyaksikan pembukaan U-14,U-16 dan Rekor MURI menari Cakalele. Ini menjadi bukti kita memiliki kesatuan tekad untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.

“Selamat bertanding, junjung sportivitas, ayo terus kita lahirkan atlet-atlet berpotensi baik dari tinju, sepakbola atau yang lainnya dari Halmahera Selatan dan Maluku Utara. Kami akan terus menggalakkan dan mewajibkan kompetisi sepakbola usia dini, sehingaa kelak kita tidak lagi mengandalkan naturalisasi tapi mengandalkan pemain dari negeri sendiri,” tegas Menteri asal Bangkalan, Madura Jawa Timur ini. (gardo)