BOLA, KANALINDONESIA.COM: Tersaji di stadion anfield, AC Milan harus mengakui kemenangan sang tuan rumah dengan skor 3-2. Kemenangan The Reds dibukukan lewat own goal Fikayo Tomori, Jordan Henderson dan Mohamed Salah.

Sedangkan Rossoneri mencetak dua lesakan lewat Ante Rebic dan Brahim Diaz.
Pasca-laga, Stefano Pioli buka-bukaan soal pertandingan hingga permainan anak asuhnya kala bentrok melawan Liverpool. Ia memilih menyikapi dengan positif kekalahan atas The Reds.

Mantan pelatih Fiorentina tersebut tak bisa memungkiri sebuah fakta bahwa AC Milan ‘masih hijau’ di Liga Champions. Seperti yang diketahui Rossoneri telah absen selama 7 tahun di liga klub terbaik eropa ini.

Pioli menggunakan hasil melawan The Reds untuk perkembangan permainan dan mentalitas AC Milan menjadi lebih baik.

Pioli memiliki pandangan bahwa laga melawan The Reds akan sulit bagi anak asuhnya. Namun sebenarnya AC milan tak tinggal diam, Rossoneri telah menyusun sejumlah plan untuk bisa mencuri minimal satu poin. Terbukti dengan 2 Gol babak pertama dan Usaha untuk mempertahankan kedudukan di babak kedua, Namun Anfield terlalu angker bagi AC Milan.

“Kami telah menyiapkan beberapa plan untuk menghadapai tekanan (Liverpool), namun Liverpool tetaplah Liverpool.”

“Mereka menekan kami sangat keras dan membuat timMtak bisa mengembangkan permainan.

Sebagai catatan saja, bermain di kandang Liverpool, Stadion Anfield merupakan pengalaman pertama bagi Il Diavolo Rosso. Pioli pun memandang atas kekalahan yang diterima Timnya.

Kurangnya suplai lini serang menjadi hal yang paling disorot AC Milan. Hal tersebut ditujukkan kepada Ante Rebic. Penyerang Kroasia itu bermain sebagai ujung tombak permainan.

Namun Rebic kesulitan untuk bermain jika dipaksakan seperti Ibra ataupun Giroud.
Oleh karena itu ia diberikan kebebasan untuk bermain seeprti biasanya sebagai penyerang sayap.

Namun yang menjadi perhatian Pioli adalah, Ante Rebic kurang pelayanan akan suplai bola matang untuk dikonversikan menjadi gol.

“Rebic memang sering menyerang dan menusuk dari dalam kotak penalti, dan itu bagus.”

“Namun sayang, kami kurang memberikan pelayanan yang membuatnya kesulitan mendapatkan peluang,” terang Pioli.

Selain itu, AC Milan diakui Pioli salah dalam memainkan taktik. Rossoneri lebih memainkan umpan direct dalam 30 menit awal pertandingan. Apesnya, Pioli tak menempatkan pemain yang bertipikal target-man seperti Zlatan Ibrahimovic.

Dimasukkannya Olivier Giroud pada babak kedua pun tak berhasil mengubah keadaan lantaran Liverpool sudah bermain dominan.

Stefano Pioli juga dihadapkan dilema taktik permainan pada laga dini hari tadi. Ketika AC Milan fokus dalam penyerangan, maka Liverpool bakal mudah melancarkan skema counter attack.

Namun jika Rossoneri fokus ke pertahanan, otomatis Liverpool bakal membuat tim asuhan Pioli jadi bulan-bulanan di Anfield. 
Pengambilan keputusan yang kurang tepat nampaknya membuat stefano pioli harus bertanggung jawab atas kekalahan timnya. Epic Comback dari liverpool bukti bahwa Pioli kurang merespons apa yang telah dilakukan lawannya. Namun kembali lagi, Ini dijadikan pengalaman terbesarnya setelah lama absen tak berkompetisi di Liga champions ini. laga penyisihan grup masih panjang, mengingat mereka tergabung di grup neraka, maka sepantasnya Stefano Pioli lebih mempersiapkan taktik dan membuat keputusan yang lebih tepat demi menjaga asa Rossoneri lolos ke babak selanjutnya.

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here