Sejumlah Advokad, Aktifis dan Masyarakat Kecam tindakan Penganiayaan Terhadap Pengacara, dan Minta Pelaku Dihukum

Surat laporan ke polres jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Terjadinya dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialami oleh Moh. Adib Abd. Rozaq, SSy, yang berprofesi sebagai Advokad (pengacara) di Pengadilan Agama Jombang, usai sidang perceraian yang ditanganinya menuai perhatian dari rekan advokad, aktifis, maupun masyarakat. Pasalnya belakangan diketahui bahwa pelaku dugaan penganiayaan tersebut yakni Wiji Astutik merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sebuah Rumah Sakit di Jombang.

Hal ini sontak mendapatkan respon dari rekan pengacara, aktifis maupun masyarakat, yang mengecam perbuatan arogan, serta mencerminkan tindakan buruk yang tidak patut dilakukan oleh seorang PNS.

Joko Fattah Rochim selaku aktifis di kota santri menuturkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Wiji Astutik yang melakukan penganiayaan kepada Moh. Adip Abd. Roziq yang berprofesi sebagai pengacara sama sekali mencerminkan perilaku arogan serta buruk bagi seorang PNS.

“Seorang PNS seharusnya tidak melakukan tindakan arogan sampai dengan melakukan pemukulan terhadap pengacara, mengingat sebagai PNS itu mempunyai kode etik yang diatur dalam PP nomor 42 tahun 2004 tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik PNS, kan tindakan pemukulan ini sudah melanggar aturan tersebut, mas,” ujarnya pada kanalindonesia.com, Kamis (23/02/2004).

Masih menurut Fattah,” kami sebagai aktifis berharap pada aparat Kepolisian Polres Jombang agar serius menangani perkara ini, dan memberikan keadilan bagi korban yang dianiaya oleh oknum PNS tersebut,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Beny Hendro Yulianto, SH, yang merupakan rekan seprofesi dengan pengacara yang menjadi korban penganiaayan oleh oknum PNS tersebut, mengatakan bahwa pihaknya prihatin dengan kejadian yang kemarin terjadi di PA Jombang, pihaknya juga berharap agar pelaku dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta mendapatkan sanksi dari Badan Kepegawain Daerah (BKD) Jombang, jika memang oknum PNS pelaku pengniayaan tersebut terbukti melanggar kode etik PNS.

“Kami menyayangkan peristiwa yang terjadi di PA kemarin. Apalagi kejadian dugaan tindak pidana penganiayaan yang menimpa teman sejawat advokad Adi, ini sudah termasuk dalam kategori pelecehan profesi pengacara, karena saat itu yang bersangkutan sedang menjalankan profesinya sebagai pengacara di PA Jombang. Meskipun kita tahu bahwa peristiwa ini bisa menimpa siapa saja dan profesi apa saja, namun kejadian arogan dan semena-mena ini tidaklah patut jika dilakukan oleh oknum PNS,”ucapnya

Lebih lanjut dikatakanya,”kami berharap agar aparat penegak hukum dan BKD Jombang segera ambil sikap dalam perkara ini, dan mengusut pelaku, serta memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku pada pelaku yang merupakan oknum PNS tersebut,” tegasnya, Kamis(23/02/2017).

Saat disinggung langkah apa yang akan diambil oleh pihaknya, sebagai rekan sejawat yang bernaung dalam satu organisasi yaitu Konggres Advokad Indonesia (KAI) 2008 dengan Advokad Adib, pria yang akrab disapa Pak Ben, ini mengatakan,” kami akan mengajukan surat terbuka pada BKD Jombang, agar segera melakukan proses sidang disiplin terhadap pelaku, agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya, karena hingga kini pelaku tidak menunjukkan itikad baiknya pada korban, dengan meminta maaf secara langsung, jadi kami menganggap ini sudah merupaka pelecehan terhadap profesi kami sebagai advokad di Jombang,” pungkasnya.

Desy salah satu masyarakat, yang berprofesi sebagai guru di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Jombang, menyatakan bahwa tindakan arogan yang dilakukan oleh oknum PNS yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap advokad merupakan tindakan yang tidak baik dan tidak pantas bagi seorang PNS.

“Ya jelas mas, tindakan arogan oknum PNS itu tidak baik dan tidak layak dilakukan oleh seorang PNS. Masak seorang PNS memukuli pengacara, apalagi PNS itu kan perempuan, jelas ini perbuatan tidak baik dan tidak patut dicontoh,” cetusnya.(elo)