Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Ringkus 7 Pengedar Narkoba Jaringan Lapas

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Satresnarkoba Polrestabes Surabaya kembali ungkap kasus penyalahgunaaan narkoba jenis sabu jaringan lapas. Sebanyak 7 pelaku diamankan polisi, dua diantaranya merupakan residivis dengan kasus yang sama.

Ketujuh pelaku itu adalah M. Enjang (31), warga Perum Oma Green Land Gresik, Achmad Farid (51), warga asal Driyorejo Gresik, Setiawan Ari (38), warga Megarsari Sidoarjo, John Krisna (37), warga Jalan Dukuh Gemol Surabaya, Febrianto Krisna (32), Sulis Mulyasari (32) dan Aris Anton (47). Tiga pelaku ini merupakan warga Jalan Kedurus Surabaya.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian mengatakan, tujuh pelaku tersebut ditangkap secara berantai. Awalnya, Unit I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya membekuk tersangka M. Enjang dan Achmad Farid di sebuah rumah indekos di Jalan Semambung Gresik, pada hari Jum’at, 12 Juni 2020 sekitar pukul 18.00 WIB.

Baca:  Job Fair Jombang, Ribuan Lowongan Kerja Diserbu Pencari Kerja

“Dari tangan kedua tersangka polisi menyita barang bukti 7 bungkus sabu seberat 153,50 gram dan 8 butir pil koplo. Saat diinterogasi, tersangka M. Enjang mengaku bahwa dirinya mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bernama tersangka Jonni Krisna,” kata Memo dikutip Kanalindonesia.com saat gelar rilis di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (30/6/2020).

Kepada polisi, tersangka M. Enjang juga mengaku bahwa dirinya bekerja di bawah kendali seorang napi berinisial TB yang diduga berada di salah satu lapas di Jawa Timur. Pengembangan kembali dilakukan polisi, alhasil tersangka Setiawan Ari diringkus dengan kedapatan membawa dua poket plastik kecil berisi sabu dengan berat 0,5 gram.

“Dari pengakuan tersangka Setiawan Ari, kemudian munculah empat nama tersangka baru. Yaitu Johnni, Febrianto, Sulis Mulyasari dan Aris Yanto. Setelah mengetahui keberadaan para tersangka, polisi langsung menangkap dan menyita barang bukti berupa narkoba jenis sabu 5,22 gram, 1,306,24 gram beserta dua buah timbangan,” paparnya.

Baca:  Operasi Pekat, Unit Satuan Reskrim Polsek Kamal Gerebek Judi Adu Jangkrik

Memo menjelaskan, tersangka Febrianto dan Sulis mengaku bekerja dibawah kendali Johnni untuk mengedarkan sabu. Sedangkan tersangka Johnni sendiri telah bekerja dibawah kendali oleh seorang napi di lapas, berinisial HN.

“Barang bukti yang kita amankan dari Febrianto dan Sulis ini merupakan sabu berwana hijau, kita akan lakukan uji Labfor apakah sabu warna hijau ini berasal di luar negri atau bukan,” pungkasnya,” tandasnya. Ady