Ngaku Dari BPK-P, Warga Ponorogo Diglandang Aparat Polres Jombang

tersangka saat digelandang di Mapolres Jombang ( foto : Elo_KIcom)

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Jombang nampaknya kerap sekali dijadikan ajang tipu-tipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti diberitakan sebelumnya dua orang yang ngaku dari KPK harus diamankan Polisi setelah terbukti melakukan pemerasan terhadap salah satu Kades di Jombang, kali ini tertangkap lagi oleh aparat kepolisian Polres Jombang, yakni Su warga  Ponorogo yang mengaku petugas dari Badan Pemeriksa Keuangan- Provinsi(BPK-P).

Dengan mengaku sebagai petugas BKP-P yang dianggap oleh calon korban adalah lembaga audit keuangan, ternyata Su adalah anggota dari Badan Pemantau Korupsi Penyelenggara Negara Kesatuan Republik Indonesia (BPKP NKRI).

Karena ulahnya yang membuat resah sekolah-sekolah di Jombang, dengan mengaku anggota dari BPK-P, dan meminta sejumlah uang, oknum anggota BPKP NKRI ini diamankan oleh pihak Polres Jombang.

Iptu Subadar selaku Kasubbag Humas Polres Jombang, membenarkan terkait penangkapan oknum anggota BPKP NKRI ini yang membuat resah sejumlah sekolah di Jombang.

“Tersangka mengaku petugas dari BPK-P, saat mendatangi sekolah-sekolah di Jombang, sembari menunjukkan surat tugasnya, sehingga calon korban beranggapan bahwa tersangka ini merupakan petugas resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi, padahal kalau dibaca surat tugasnya dengan cermat, tersangka merupakan anggota dari Badan Pemantau Korupsi Penyelenggara Negara Kesatuan Republik Indonesia (BPKP-NKRI),”ucap Kasubbag Humas Polres Jombang Iptu Subadar kepada kanalindonesia.com, Jumat(24/02/2017).

Ditambahkan Iptu Subadar,”setelah menunjukkan surat tugasnya, tersangka menanyakan seputar penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta menyuruh pihak sekolah untuk mengisi sejumlah form yang berisikan instrumen pertanyaan seputar dana BOS,” ungkap Iptu Subadar.

Saat disinggung bagaimana aksi tersangka bisa terbongkar oleh pihak kepolisian, dan pihak kepolisian bisa menangkap pelaku, Iptu Subadar mengatakan,” aksi tersangka yang sudah mendatangi sekolah-sekolah dengan berdalih memantau dana BOS, sudah membuat resah sekolah-sekolah, dan menjadi pembahasan oleh para guru-guru di group WhatsApp (WA),”terang Iptu Subadar.

Lebih lanjut dikatakanya,”berdasarkan informasi tersebut petugas melakukan penyidikan, dan memang benar informasi tersebut, sehingga petugas kepolisian mengamankan tersangka Su,”ungkap Subadar.

Masih menurut Iptu Subadar,” dalam aksinya, setelah pelaku menyuruh pihak sekolah mengisi instrumen pertanyaan, selanjutnya tersangka menanyakan ‘adakah dana alakadarnya’, dan biasanya dari pihak sekolah memberikan sejumlah uang mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu,” tegasnya.

Kini pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan dijerat dengan pasal 378 KUHPidana dengan ancaman pidana kurungan maksimal 4 tahun penjara.

Perlu diketahui bahwa tersangka melakukan aksinya bukan hanya di Jombang, namun di beberapa tempat seperti di Kabupaten Blitar, Wonogiri, tersangka juga melakukan aksi tipu-tipu.

Tersangka mengaku jika ia telah melakukan modus operandi ini sejak Oktober 2016 kemarin, dan di Jombang baru 2 hari sudah tertangkap Polisi.(elo)