Menggeliat, Tingkat Hunian Hotel di Ponorogo Mulai Merangkak Naik

istimewa

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Tingkat hunian hotel (OKUPANSI)  di Ponorogo mulai merangkak naik meski masih terhitung sepi. Masing-masing hotel mulai membuat sejumlah program untuk meningkatkan jumlah kunjungan tamu agar singgah di hotelnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Ponorogo Rizal mengatakan, saat ini rata-rata okupansi hotel di Ponorogo mulai menyentuh angka 30 persen. Angka ini terhitung masih sepi meski sudah mulai membaik dibanding okupansi sebelum adanya pandemi covid-19.

“Sebelumnya benar-benar sepi, tidak ada tamu lah. Sekarang sudah mulai ada, tapi ya kita katakan masih sepi. Okupansi baru bisa dikatakan cukup baik kalau sudah menyentuh 40 persen, 50 persen atau lebih,” ungkap Rizal, Jumat (Jumat (03/07/2020)

Baca:  DPU Ponorogo Mulai Lakukan Pemotongan Rangka Baja Pasar Songgolangit yang Terbakar

Dikatakan Rizal, untuk meningkatkan okupansi,  hotel-hotel di Ponorogo mulai berinovasi membuat paket-paket harga maupun paket perjalanan. Namun, semuanya masih bersifat mandiri atau masing-masing hotel, belum secara massif.

Hal ini juga dengan mempertimbangkan kondisi pandemi yang mengharuskan hotel menahan diri untuk membuat acara yang membentuk kerumunan.

Wakil Ketua PHRI Ponorogo Yanuar menambahkan, untuk beberapa hotel di pusat kota Ponorogo, tingkat hunian sudah terasa kenaikannya. Terutama untuk hotel-hotel yang memiliki pangsa pasar  salesman dan pengemudi truk barang yang melintas di Ponorogo.

“Kalau yang tamunya sales ya sudah mulai ramai. Karyawan yang dirumahkan sudah bisa bekerja kembali. Sudah ada yang menginap lagi,” kata Yanuar.

Baca:  Tim DVI Besuk Identifikasi Jazad Korban Keenam Longsor Banaran

Kenaikan ini, kata Yanuar, tidak lepas dari telah beroperasinya berbagai toko, warung dan macam-macam usaha yang membutuhkan barang-barang komoditas pokok. Akan tetapi para pengelola hotel tersebut menyadari kenaikan yang terjadi memang belum bisa melonjak sebab daya beli masyarakat yang juga masih lemah.