Bantu Anak Yatim Miliki Sepeda dan Tempat MCK, Polisi di Lamongan Rela Jualan Telur Ayam

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kegiatan yang dilakukan oleh salah satu anggota Kepolisian di Polres Lamongan ini terbilang cukup inspiratif. Bagaimana tidak, disela-sela tugasnya sebagai anggota Kepolisian, dia masih menyisahkan waktunya berjualan telur untuk membantu anak yatim dan masyarakat yang kurang mampu. Polisi yang sangat peduli tersebut adalah Aipda Purnomo yang bertugas di Kepolisian Sektor (Polsek) Babat, Polres Lamongan, Jawa Timur.

Berawal dari semangatnya ingin membantu anak-anak yatim, Purnomo akhirnya berjualan telur dengan mengharapkan keuntungan dari hasil penjualan telur tersebut akan digunakan untuk membantu kebutuhan anak yatim.

“Jualan telur ini saya lakukan pas saya libur, kalau pas dinas yang jualan istri saya dan teman-teman dari yayasan berbagi dengan ikhlas atau Berkhas” kata Aipda Purnomo, Minggu (5/7/2020) siang.

Rencana seluruh keuntungan dari penjualan telur pada minggu ini dipakai untuk membuat MCK dan membeli sepeda untuk dua anak yatim bersaudara di Desa Gembong, Kecamatan Babat yang selama ini belum memiliki sepeda dan juga rumahnya tidak memiliki MCK

Baca:  Trigana Air Buka Jalur Penerbangan Timika - Wamena

“Dan untuk minggu ini, hasil penjualan telur kita sumbangkan untuk pembuatan MCK dan membelikan sepeda untuk Herman (12) dan adiknya bernama Rita (9). Keduanya menjadi yatim sejak tiga tahun  lalu” terang Purnomo.

Diketahui, Herman dan Rita menjadi yatim sejak tiga tahun yang lalu. Mereka tinggal bersama Sriatun, ibunya di Dusun Beru RT 4/RW 8 Desa Gembong Kecamatan Babat, Lamongan,  Jawa Timur. Sriatun setiap hari berjualan kue ke Surabaya dengan naik bus dari Babat, sedang Herman dan Rita dititipkan sama budenya. Sementara Sriatun pulang dari berjualan kue sekira jam 21.00 Wib. Semua dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Selain memiliki anak Herman dan Rita, Sriatun juga masih memiliki dua anak lagi dari suami pertama yang juga mengharapkan nafkah dari usaha Sriatun. Keluarga belum pernah merasakan memilik MCK yang layak, sehingga kalau mereka buang air besar di belakang rumah dalam rerimbunan semak-semak.

Baca:  Semen Indonesia "Bicara Baik"

Menurut Punomo, penjualan telur tersebut tidak hanya dilakukan sendiri, tapi juga dilakukan di beberapa titik, di sejumlah rumah warga yang tergabung dalam yayasan Berbagi Dengan Ikhlas atau Berkas. Alhamdulillah 300 kg telur ayam kampung untuk minggu ini segera habis, sesuai tema jualan telur yang mana seluruh hasil penjualan telur akan kami sedekah seluruhnya” ungkap Purnomo.

Purnomo juga mengatakan, siapapun yang membeli telur ayam kampung seharga Rp. 1.700 secara otomatis langsung ikut bersedekah sebesar 200.

“Hari ini lokasi jualan telur kami, diantarnta di depan pos polisi Pasar Babat Lamongan” terang Purnomo yang juga menjelaskan pihaknya juga juga memberikan  ke keluarga anak yatim tersevyr   sebanyak 5 kg agar bisa dijual kembali kalau ada untungnya  bisa buat pemasukkan sehari hari.

Baca:  Petani Bisa Manfaatkan Kostratani untuk Ajukan KUR

Sedekah dari penjualan telur ayam ini akan terus dilakukan. Purnomo dan seluruh anggota Yayasan Berbagi Dengan Ikhlas atau Berkhas berharap dari jualan telur ini bisa buat terus berbagi  karena telur termasuk kebutuhan pokok dan bisa membantu yang tidak punya modal kerja untuk bisa terus memenuhi kebutuhan hidup di saat pandemi seperti ini. (omdik/fer)