Dipersidangan, Pasutri Pemalsu Tanda Tangan Peralihan Saham PT Sunlight Internasional Ngaku Menyesal

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) kembali menyidangkan pasangan suami istri (Pasutri) bernama Siauw Cen dan Cahyadi Wijaya, terdakwa dalam kasus pemalsuan tanda tangan tangan peralihan saham PT. Sunlight Internasional. Sidang berlangsung dengan agenda pemeriksaan kedua terdakwa di Ruang Cakra PN Surabaya secara daring (online).

Ketika ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya, yaitu Hariwiadi, kedua terdakwa itu mengakui kesalahannya dan menyatakan menyesal karena sudah memalsukan tanda tangan Lim Hsien Yeow dan saksi Lim Hsien Chau.

“Saya menyesal Pak Hakim,” ucap terdakwa Siauw Cen.

“Saya mengaku bersalah Pak Hakim,” sambung terdakwa Cahyadi Wijaya di ruang sidang Cakra PN Surabaya, Selasa (7/7/2020).

Baca:  HUT TNI Ke-74: Kapolres Madiun Beri Kejutan Dandim 0803 Madiun

Setelah mendengar keterangan dari kedua terdakwa, sidang kemudian ditunda satu pekan dengan agenda pembacaan amar tuntutan dari JPU.

Perlu diketahui, Terdakwa Siauw Cen dan Cahyadi Wijaya, pasangan suami istri (Pasutri) ini secara bersama menggunakan surat palsu untuk mengambil alih saham milik Lim Hsien Yeow dan saksi Lim Hsien Chau, komisaris di PT Sunlight International, kemudian pada tanggal 02 Maret 2017 menjual aset perusahaan yang berada di Malibu Beach-Palm Beach nomor kaveling tanah F.07-66 yang terletak di Pakuwon City Kelurahan Kejawan Putih Tambak Mulyorejo.

Dalam dakwaan diketahui bahwa peralihan sahan tersebut dilakukan terdakwa Siauw Cen dan Cahyadi Wijaya, dengan cara memalsu tanda tangan Lim Hsien Yeow dan saksi Lim Hsien Chau, dua orang komisaris PT Sunlight International pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 02 Maret 2017.

Baca:  Presiden Jokowi Lantik Lima Gubernur dan Wakil Gubernur

Bahwa untuk pelaksanaan jual beli tersebut, terdakwa Siauw Cen mengaku sebagai Direktur Utama PT. Sunlight International dan terdakwa Cahyadi Wijaya mengaku selaku Komisarisnya.

Akibat perbuatan pasutri tersebut, Lim Hsien Chau dan Lim Hsien Yeow selaku pelapor, telah dirugikan sebanyak Rp. 5.390.000.000. Ady