SPDP Tujuh Pelaku Sindikat Narkoba Jaringan Lapas Diterima Kejari Surabaya

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Farriman Siregar menyampaikan pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan atau SPDP tujuh pelaku sindikat narkoba jaringan lapas.

“SPDP sudah kita terima dari penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya ada sekitar seminggu lalu,” ujarnya kepada Kanalindonesia.com, Selasa (7/7/2020).

Perlu diketahui, pada kasus ini dari tangan tujuh pelaku barang bukti berupa Narkotika jenis sabu seberat 1,8 kilogram disita polisi. Diantaranya, 153,50 gram sabu warna hijau dan sisanya merupakan sabu warna putih.

“Kami masih menunggu berkasnya dari penyidik kepolisian,” pungkas Farriman.

Dalam perkara ini, petugas awalnya mengamankan M Enjang (31), warga Perumahan Oma Green Land Gresik dan Ahmad Farid (51), warga Driyorejo Gresik. Keduanya disergap Tim Idik I yang dipimpin Iptu Dwi Kennardi di salah satu rumah kos di Jalan Semambung, pada Jumat (12/6/2020) lalu.

Baca:  Ukraina Dukung Indonesia sebagai United Nations Security Council 2019-2020

Dari tangan keduanya, Tim menyita barang bukti sabu hijau dan delapan butir pil koplo jenis dobel L. Keduanya mengaku bekerja di bawah kendali seseorang berinisial JN.

Tersangka ini mengaku jika diperintah seorang napi berinisial JN yang juga dikendalikan oleh salah satu napi di Lapas Jatim berinisial TB.

Setelah meringkus tersangka Enjang dan Farid, Tim melakukan pengembangan. Hasilnya, Tim berhasil menangkap seorang tersangka lagi, yakni Setiawan Ari (35). Dia disergap di tempat tinggalnya di kawasan Taman, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (17/6/2020) petang.

Dari penangkapan itu, petugas berhasil menyita barang bukti dua poket sabu dengan berat 0,50 gram. Dia mengaku membeli sabu dari tersangka Enjang dan Farid.

Baca:  Pesan Wabup Trenggalek Menjawab Persoalan Tercemarnya Sungai Karena Pemindangan

Tak berhenti sampai di situ. Setelah mengamankan tersangka Setiawan Ari, Tim kembali mengamankan tersangka Jonni di rumahnya Jalan Dukuh Gemol, Surabaya. Sayangnya, Tim tidak menemukan barang bukti apapun dari tangan Jonni.

Setelah diinterogasi, Jonni mengaku sabu-sabu miliknya ada di rumah kosnya di kawasan Kedurus, Surabaya. Ternyata di rumah kos itu ada dua orang yang merupakan pasangan suami istri siri tengah asyik mengonsumsi sabu-sabu.

Pasutri siri itu adalah Febrianto Krisna (32) dan Sulis Mulyasari (32), warga Jalan Kedurus, Surabaya. Tersangka Febrianto merupakan adik kandung tersangka Jonni. Dialah yang selama ini turut serta memuluskan bisnis haram kakaknya tersebut.

Dari penggerebekan itu, petugas menyita barang bukti dua bungkus plastik berisi sabu seberat 41,87 gram, empat buah pipet kaca yang masih berisi sisa sabu. Namun, Jonni mengakui masih memiliki sabu di rumah kosnya.

Baca:  Kejari Pamekasan Bentuk Tim PAKEM Demi Kondusifitas Keamanan Pamekasan

Dari keterangan itu, Tim bergerak ke rumah kos yang disebut oleh tersangka Jonni. Hasilnya, ditemukan barang bukti sabu seberat lebih dari 1,36 kilogram. Jonni mengaku mendapat perintah dari napi di salah satu lapas di Jawa Timur berinisial HN.

Dari keterangan Jonni, Tim kemudian mengamankan tersangka Aris Anton (47), di rumah kos kawasan Dukuh Kupang, Surabaya.

Para tersangka ini bisa dibilang memiliki lingkaran peredaran narkoba yang cukup rapi. Tidak hanya dijalankan oleh satu bos, mereka juga memiliki banyak bos yang mengendalikan dari balik jeruji besi. Ady