Aloha Gedangan Makin Macet Pemkab Sidoarjo Harus Jemput Bola agar Fly Over Gedangan dan Aloha Segera Terwujud

Achmad Amir Aslichin anggota DPRD Jatim Dapil Sidoarjo

SIDOARJO KANALINDONESIA.COM : Anggota DPRD Jatim dari dapil Sidoarjo Achmad Amir Aslichin mendesak Pemkab Sidoarjo segera merealisasikan tuntutan masyarakat agar usulan pembangunan fly over (jembatan layang) di perempatan Gedangan dan Aloha diwujudkan. Termasuk menjadikan frontage road sebagai skala prioritas pembangunan sebagai solusi untuk mengurai kemacetan di Sidoarjo.

Politisi PKB yang akrab disapa Mas Iin ini mengatakan, rencana pembangunan fly over ataupun underpass di empat titik jalan (Gedangan, Aloha, Kletek dan Bypass Krian) oleh pemerintah pusat sudah waktunya diwujudkan, Minimal dua fly over di Gedangan dan Aloha karena sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kebutuhannya mendesak karena tingkat volume kendaraan yang semakin meningkat,” kata bakal calon bupati Sidoarjo itu.

Baca:  Kapolres Lumajang Pimpin Patroli Desa Antisipasi Kriminalitas

Menurut Mas Iin, Pemkab Sidoarjo harus ikut berperan aktif mengawal rencana tersebut agar segera terealisasi. Misalnya, terkait anggaran pembebasan lahan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah setempat. Koordinasi harus dilakukan agar proses pembangunannya bisa segera dikebut. “Pembebasan lahan bisa dianggarkan di APBD 2021,” jelas mantan Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo dua periode itu.

Apalagi, imbuh Mas Iin, pembangunan fly over Gedangan dan Aloha, menjadi dua di antara sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Jawa Timur sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden 80/2019. Estimasi investasi pembangunan fly over Aloha sebesar Rp 438 milliar. Sedangkan estimasi investasi Layang Gedangan sebesar Rp 480 miliar. Kedua proyek senilai Rp 918 miliar itu akan dibiayai APBN.

Baca:  Hut ke 73 Propinsi Jatim, Trenggalek Kembali Meraih Penghargaan

Mantan Ketua Komisi C (bidang pembangunan) DPRD Sidoarjo ini meminta agar koordinasi antara Pemkab Sidoarjo dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII terus dilakukan. Hal itu mempermudah realisasi pembebasan lahan maupun pengerjaan proyek. “Pemkab Sidoarjo harus jemput bola untuk menanyakan progres tidak lanjut proyek besar itu,” tegasnya.

Lulusan Bachelor of Planning and Design, The University of Melbourne, Australia itu mengungkapkan, rekayasa jalan di dua titik jalan tersebut sudah sulit dilakukan. Salah satu solusinya yakni pembuatan fly over. Dengan adanya jembatan layang maka tidak ada penumpukan kendaraan akibat adanya traffic light. “Di Bundaran Aloha macet karena volume kendaraan dan crossing kendaraan dari arah bandara,” ucapnya.

Baca:  Jatim Sudah Terapkan Aturan PPDB Zonasi Baru Sejak 2019

Mas Iin berharap, dengan skala prioritas pembangunan fly over tersebut kemacetan jalan di dua titik jalan itu bisa teratasi. Sehingga, roda perekonomian maupun investasi di Kota Delta semakin meningkat. Akses jalan itu bisa dengan mudah dilewati tanpa ada lagi kemacetan jalan yang mengular. nang