Baksos Rapid Test TNI-Polri-Forpimda Madiun

Inilah pelaksanaan Rapid Test di Ponpes Subulul Huda Kembang Sawit Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, adalah tes lanjutan. Hasilnya, seluruh santri dan pengasuh Ponpes dinyatakan non reaktif(agus)

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Bakti Sosial TNI-Polri-Forpimda Kabupaten Madiun berupa Rapid Test dan pembagian masker di Ponpes Subulul Huda Kembang Sawit Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Kamis (09/07/2020) sore lalu. Hal itu untuk mengetahui perkembangan kesehatan santri dan pengurus serta pencegahan Covid 19 menjelang pelaksanaan Kunker Panglima TNI dan Kapolri.

Demikian disampaikan Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol CZI Nur Alam Sucipto di Ponpes Subulul Huda Kembang Sawit. “Langkah ini dilakukan untuk memastikan para santri dan pengasuh Ponpes dalam kondisi sehat, khususnya tidak ada gejala sakit apa pun. Langkah ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan serupa sebelumnya dilakukan Pemkab Madiun,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan dalam Rapid Test sebelum para santri masuk, santri dan pengasuh Ponpes benar-benar sehat. Rapid Test saat itu dilakukan terhadap 250 orang lebih, hasilnya seluruhnya non reaktif.

Baca:  Anggota DPRD Kota Madiun Kembalikan Uang Dok

“Kami sampaikan terima kasih ada Rapid Test lanjutan, bisa memberikan kepastian dan ketenangan kondisi santri plus pengasuh dalam kondisi sehat. Kami laporkan juga pemeriksaan serupa juga dilakukan di Ponpes lain,” ujarnya.

Menurutnya kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Madiun, Alhamdulillah mulai ada hasilnya menjadi terkonfirmasi positif Covid-19 makin sedikit. “Begitu sembuh makin banyak, per hari ini total positif Covid-19 ada 37 pasien dan sembuh 33 pasien,” jelasnya.

Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan ditetapkan Ponpes Subulul Huda sebagai Ponpes Tangguh Semeru, bisa menjadi contoh bagi Ponpes lain dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Hasil Rapid Test sebanyak 285 orang semuanya non reaktif, disambut puji syukur seluruh jajaran. (ags)

Baca:  Kanim Kelas II Madiun Catat Kasus Over Stay Terbanyak