Kasus Dugaan Penyelewengan DD Oleh Sekdes Sumberejo Pucuk Lamongan Masuk Tahap Penyidikan

(Terduga Pelaku Ahmad Andis Sekdes Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan). Foto_Spesial

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Penanganan Perkara Dugaan Penyelewengan Dana Desa Oleh Sekdes Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur masih terus ditangani Kejaksaan Negeri Lamongan. Kali ini, penanganan kasus naik ke tingkat penyidikan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan tampaknya tidak main-main menangani perkara dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 tersebut.

Keseriusan itu dapat dilihat dari perjalanan kasus peyelewengan DD Desa Sumberjo yang masuk dalam laporan Kejari Lamongan begitu cepat prosesnya. Buktinya, baru seminggu kasus tersebut diekspos lidik dari Kasi Intelejen ke Kasi Pidana Khusus (Pidsus), kasus tersebut ditingkatkan statusnya ke penyidikan.

(Surat Pemanggilan Saksi Dari Kasi Pidsus Kejari Lamongan). Foto_Spesial

“Berdasarkan surat perintah Kejaksaan Negeri Lamongan No. 01/M.5.36/Fd.1/06/2020 tertanggal 29 Juni 2020, Sekdes Ahmad Andis, dan kawan-kawan diduga telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa sebesar Rp 760.656.000, di Desa Sumberjo Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan,” ujar Kasi Pidsus Kejari Lamongan Muhammad Subhan.

Baca:  Bhabinkamtibmas Bersama Berkas Bahu-membahu Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Ditemui oleh awak media di ruang tugasnya beberapa waktu lalu, Subhan mengatakan jika naiknya status dugaan penyelewengan DD dari penyelidikan ke penyidikan, itu dikarenakan ketika pemeriksaan penyelidikan, dan bekoordinasi dengan Inspektorat Kabupaten Lamongan sudah ditemukan ada kerugian negara dalam kasus ini.

Meskipun sudah dinaikkan status ke penyidikan, kata Subhan, pihaknya belum menentukan tersangkanya. Sebab pihaknya masih memeriksa tiga orang saksi untuk dimintai keterangan atas pekara tersebut. “Belum ada penetapan tersangka,” ujarnya.

Subhan menambahkan pemeriksaan saksi berjalan secara maraton. Tiga saksi yang dimintai keterangan itu dari pengurus BUMDes, dan Tim Perencana DD Desa Sumberjo. Sedangkan dua saksi berikutnya, akan didatangkan Senin (13/7/2020), dan seterusnya.

Baca:  Peringati HPN, KWG Gelar Khatmil Qur'an

Disingung terkait kerugian negara atas kasus ini, Subhan menyebut belum dapat diketahui angka yang pasti, berapa nominalnya.

“Setelah pemeriksaan saksi, baru kita tetapkan tersangkanya. Secepatnya kita proses perkara ini untuk menuju persidangan,” katanya. (Omdik)

Jurnalis : Omdik
Kabiro    : Ferry Mosses