Puluhan Warga Positif Corona, Kelurahan Margosono Malang Lakukan PSBL

MALANG, KANALINDONESIA.COM: Paska 22 warganya dinyatakan positif Covid-19, Kelurahan Mergosono, Kota Malang, menerapkan pembatasan sosial berskala lokal (PSBL) mulai Jumat 10 Juli 2020 ini.

Akses masuk ke Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang dibatasi, sejumlah warga luar Kelurahan Mergosono diperiksa identitasnya dan keperluan memasuki wilayah Mergosono. Akses jalan masuk pun dibatasi, hanya satu pintu untuk jalan masuk dan keluar yang berbeda.

Tak cukup di sana, seluruh warga baik warga Mergosono sendiri, maupun luar Mergosono yang masuk diperiksa suhu tubuhnya. Bagi warga yang kedapatan bersuhu tubuh lebih dari 37 derajat, maka tim Satgas Covid-19 Kelurahan Mergosono meminta warga beristirahat sebelum akhirnya dicek suhu tubuh kembali.

Baca:  Pembukaan Wisata Gunung Bromo Menunggu Keputusan Empat Bupati

Walikota Malang Sutiaji yang memantau penerapan PSBL hari pertama ini menyebut ada 22 warga di dua Rukun Warga (RW) di Kelurahan Mergosono positif terpapar corona, sehingga warga berinisiatif mengajukan PSBL.

“Ini perlu kami apresiasi dari masyarakat berinisiatif atas kegelisahan warga di dua RW ada 22 kasus sehingga masyarakat sadar sehingga mau di lokalisir pergerakannya,” ujar Sutiaji.

“Pergerakan orang terpantau sambil mengingatkan di pintu masuk dan keluarnya. Sambil mengingatkan kalau gak pakai masker diminta pakai masker, tidak physical distancing diingatkan,” imbuh pria kelahiran Lamongan ini.

Dari 22 warga Kelurahan Mergosono yang terkonfirmasi positif, empat orang menjalani isolasi mandiri di rumah isolasi di Jalan Kawi 41, Kota Malang. Namun Sutiaji menegaskan bila isolasi mandiri di rumah masing – masing tidak memadai, maka akan dievakuasi ke safe house atau rumah isolasi.

Baca:  FRMJ : Polisi Jangan Nunggu Dapat Sorotan, Baru Kejar DPO

“Kami tarik isolasi mandiri (di safe house) ketika dia secara psikologi dan fisik tidak memungkinkan diisolasi mandiri (di rumah masing – masing),” bebernya.

Sutiaji mengaku tak main – main untuk meminimalisir penyebaran corona, terutama pada klaster – klaster keluarga yang juga mendominasi sebaran pasien corona di Kota Malang.

“Tidak main – main usaha kami, ini mungkin nanti bisa direplika (PSBL) di daerah – daerah lain seperti (Kelurahan) Bunul mau juga demikian,” ucapnya.

Sementara itu Lurah Mergosono Karliono mengungkapkan bila penerapan PSBL ini akan berlangsung 14 hari ke depan, dengan melakukan evaluasi per harinya.

“Selama 14 hari (PSBL), nanti per hari kita evaluasi, hari pertama kita evaluasi, kedua kita evaluasi, kita harapkan kalau masyarakat mulai disiplin maka meminta saran dan petunjuk dari atasan dan Pemkot,” pungkasnya.

Baca:  Peringati HUT ke 66, Korp Baret Merah Gelar Syukuran