Seluruh Santri Ponpes Gontor 2 Akan Dirapid Tes

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Guna memutus penyebaran COVID-19, Pemkab Ponorogo akan melakukan rapid test bagi seluruh santri, pengasuh, pembantu dan ustadz Pondok Modern Gontor 2 yang berada di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Ponorogo.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni kepada awak media usai mendampingi kunjungan Gubernur Jattim Khafifah Indar Parawansa ke Pondok Modern Gontor 2, Jumat(10/07/2020).

Dalam keteranganya Bupati Ipong mengatakan langkah yang akan diambil antara lain testing besar-besaran bagi seluruh santri,guru, pengasuh dan pembantu yang ada di Gontor 2.

Untuk menjadikan masyarakat, wali santri pondok Gontor tenang maka telah ada kesepakatan antara pimpinan Pondok Gontor, dengan Formpimda Ponorogo, Polda Jatim, serta Pemprov Jawa Timur akan dilakukan sejumlah langkah dalam rangka pencegahan dan penanganan COVID-19.

Baca:  Terbakar Api Cemburu, Kakek di Madiun Bacok Teman

Rencananya petugas Dinas Kesehatan akan melakukan rapid test terhadap 1798 orang, untuk seluruh santri, guru, pengasuh, pembantu di pondok tersebut. Sebelumnya dalam empat hari terakhir telah dilakukan rapid terhadap sekitar 400 santri.

“Minggu ini diharapkan rapid test untuk 1798 santri, pengasuh, guru, pembantu rampung,”ungkap Bupati Ipong.

Untuk mendukung kegiatan rapid test itu Pemkab Ponorogo dan Pondok Gontor telah menerima bantuan rapid test sebanyak 1.500 unit dari Gubernur Jatim dan 100 unit rapid test dari Wakapolda Jatim.

Untuk kekurangan unit rapid test yang tidak banyak itu bisa diambilkan dari Dinas Kesehatan Ponorogo.

“Dinkes Ponorogo siap memenuhi kekurangan kebutuhan rapid test itu di Pondok Gontor 2,”terangnya.

Baca:  Rotasi Polres Ttrenggalek Bergulir

Bupati Ipong menambahkan selain rapid test kesepakatan lain adalah proses belajar di Pondok diminta untuk Slow down. Misalnya untuk yang tidak menjalani karantina jumlah santri yang belajar di kelas jumlahnya dikurangi tinggal separo, dan pertemuan dibagi dalam beberapa shift.

Selain itu isolasi di lingkunagn Pondok Gontor 2 akan lebih diperketat. Bukan hanya pengetatan terhadap para santri tetapi juga para pengasuh termasuk tukang masak.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan misalnya terjadi ledakan terkonfirmasi COVID-19 sehingga fasilitas pemerintah tidak mencukupi maka pihak Pondok Gontor menyiapkan wisma pondok untuk karantina.

”Ada 200 kamar yang ada di wisma Gontor yang siap digunakan,” tambah Bupati Ipong.

Baca:  Masuk ke Sekolah-sekolah, Danramil 0802/10 Slahung Sosialisasikan Bela Negara

Seperti diberitakan bupati dalam rilis kamis 9 juli 2020 menyampaikan total ada 11 santri yang terkonfirmasi covid 19. Rincianya dari sub cluster Kendari 10 orang dan cluster Gontor 1 orang . Para Santri tersebut berasal dari Luar kabupaten dan luar propinsi jawa Timur.